Puluhan ribu umat Kristiani memadati Gereja Katedral Denpasar, Bali, untuk merayakan Misa Natal pada Selasa, 24 Desember 2025.
Perayaan Natal tahun ini berlangsung khidmat dan tertib, mencerminkan semangat damai serta kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Bali.
Ibadah Natal diselenggarakan dalam tiga waktu berbeda hingga malam hari. Pengaturan jadwal ini dilakukan untuk mengakomodasi jumlah jemaat yang cukup besar, sekaligus memastikan seluruh rangkaian ibadah dapat berlangsung dengan nyaman dan aman.
Sejak sore hari, jemaat mulai berdatangan dan mengantre dengan rapi untuk memasuki area gereja.
Panitia menerapkan sejumlah ketentuan demi menjaga ketertiban serta kekhusyukan ibadah. Jemaat tampak mematuhi aturan yang berlaku, mulai dari pemeriksaan keamanan hingga pengaturan tempat duduk di dalam gereja.
Meski harus menunggu giliran cukup lama, umat tetap bersabar dan saling menghormati. Suasana antrean berlangsung tenang, mencerminkan kesadaran bersama untuk menjaga kekhidmatan perayaan Natal.
Ibadah pun berjalan lancar tanpa gangguan berarti, diiringi doa dan pujian yang menguatkan makna kelahiran Kristus.
Baca juga:
🔗 Harmoni Sosial di Bali: Peran Banjar dan Desa Adat sebagai Penjaga Keseimbangan Kehidupan
Antrean jemaat di Gereja Katedral Denpasar tidak hanya diisi oleh warga negara Indonesia. Sejumlah warga negara asing (WNA) terlihat turut mengikuti rangkaian ibadah malam Natal.
Kehadiran mereka menambah warna dalam perayaan Natal di Bali yang dikenal sebagai daerah dengan tingkat toleransi antarumat beragama yang tinggi.
Salah seorang jemaat, Andre, mengaku sengaja mengikuti Misa Natal di Katedral Denpasar karena sedang berlibur dan berkumpul bersama keluarganya di Bali. Menurutnya, suasana perayaan Natal di Bali terasa aman dan penuh kedamaian.
“Saya bersyukur bisa merayakan Natal di sini bersama keluarga. Suasananya tenang dan sangat tertib,” ujarnya.
Untuk memastikan perayaan Natal berjalan lancar, pengamanan dilakukan secara terpadu oleh aparat kepolisian, TNI, serta petugas pengamanan internal gereja. Pemeriksaan dilakukan di sejumlah titik masuk guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Kapolsek Denpasar Timur, Kompol Tomiyasa, menyampaikan bahwa secara umum situasi perayaan Natal di Gereja Katedral Denpasar berlangsung aman dan terkendali.
Ia mengapresiasi peran seluruh pihak serta kesadaran masyarakat yang turut menjaga ketertiban.
“Perayaan Natal berjalan dengan aman dan lancar berkat kerja sama seluruh pemangku kepentingan, serta kedisiplinan jemaat,” kata Kompol Tomiyasa.
Perayaan Natal di Gereja Katedral Denpasar pun menjadi cerminan kehidupan beragama yang harmonis di Bali, di mana toleransi dan rasa saling menghormati terus dijaga sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.