Badung β Komitmen terhadap pelestarian lingkungan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.
Hal ini terlihat dalam kegiatan peninjauan lokasi rencana pembangunan tempat pengolahan sampah kompos yang berlangsung pada Senin, 13 April 2026, di Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Desa Penarungan, Serda I Putu Sudarna, turut mendampingi tim dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Badung bersama Perbekel Desa Penarungan dan jajaran perangkat desa.
Kehadiran berbagai unsur ini menjadi bukti bahwa pengelolaan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan keterpaduan antara aparat, pemerintah, dan masyarakat.
Pendampingan oleh Babinsa juga mencerminkan peran aktif TNI dalam mendukung program pembangunan di wilayah binaan, khususnya yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas seperti kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Baca juga:
π Wayan Aksara: Sampah, Budaya, dan Tanggung Jawab Moral
Peninjauan dilakukan secara langsung di lahan milik Pemerintah Kabupaten Badung yang berada di kawasan Ambengan.
Lahan ini memiliki luas sekitar satu hektare, dengan panjang kurang lebih 200 meter dan lebar 50 meter.
Dari hasil pengamatan awal, lokasi tersebut dinilai cukup strategis dan memenuhi kriteria sebagai tempat pengolahan sampah organik.
Selain mempertimbangkan luas dan letak, aspek teknis juga menjadi perhatian utama. Rencana pembangunan akan mencakup pembuatan sejumlah lubang pengolahan kompos dengan ukuran standar, yakni panjang 7 meter, lebar 5 meter, dan kedalaman 5 meter.
Dimensi ini dirancang untuk mampu menampung volume sampah organik dalam jumlah besar, sekaligus mendukung proses penguraian yang efektif.
Perencanaan yang matang ini diharapkan dapat meminimalisir potensi dampak negatif terhadap lingkungan sekitar, seperti bau atau pencemaran, serta memastikan sistem pengolahan berjalan secara optimal dalam jangka panjang.
Baca juga:
π Edukasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Digelar di Panjer
Serda I Putu Sudarna menyampaikan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung program pemerintah daerah, sekaligus memastikan setiap tahapan berjalan sesuai rencana.
βMelalui pemantauan dan perencanaan yang matang, kami berharap fasilitas pengolahan sampah kompos ini dapat segera direalisasikan.
Harapannya, keberadaan tempat ini nantinya mampu memberikan dampak positif bagi kebersihan lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,β ujarnya.
Lebih dari sekadar proyek pembangunan, kehadiran tempat pengolahan sampah kompos ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi permasalahan sampah, khususnya sampah organik di wilayah Kecamatan Mengwi dan sekitarnya.
Selain mengurangi volume sampah, hasil kompos juga dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat, terutama dalam sektor pertanian dan penghijauan.
Dengan adanya langkah ini, diharapkan kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah semakin meningkat.
Pada akhirnya, lingkungan yang bersih dan sehat bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi budaya bersama yang tumbuh dari kesadaran kolektif masyarakat.