Wujudkan Lingkungan Bersih, Babinsa dan Warga Gelar Gotong Royong di Sumerta Kelod

Warga bersama-sama melakukan kegiatan gotong royong di lingkungan dengan suasana kebersamaan
Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan sebuah kegiatan. (Foto: Dokumentasi)

DENPASAR, BALI – Upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan terus digalakkan di berbagai wilayah, termasuk di Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur.

Pada Kamis (16/4/2026) pagi, Babinsa bersama warga menggelar kegiatan gotong royong yang dirangkai dengan sosialisasi pengelolaan sampah serta pembagian bag composter di Jalan Badak Agung XII, Banjar Badaksari.

Kolaborasi Nyata Wujudkan Lingkungan Bersih

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WITA ini menjadi bukti nyata sinergi antara aparat kewilayahan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Gotong royong yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pembersihan area sekitar, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antarwarga.

Hadir dalam kegiatan ini Camat Denpasar Timur, Perbekel Desa Sumerta Kelod beserta staf, Ketua BPD, Ketua LPM, para kepala dusun se-Desa Sumerta Kelod, serta perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar.

Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan bahwa persoalan sampah dan kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus ditangani secara kolektif.

Selain itu, unsur keamanan seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga turut hadir dan berperan aktif.

Mereka tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga turun langsung membantu warga dalam kegiatan gotong royong, menciptakan suasana yang harmonis dan penuh kebersamaan.

Baca juga:
🔗 Babinsa Dampingi DLHK dan Perbekel, Tinjau Lokasi Pengolahan Sampah Kompos di Mengwi

Edukasi Pengelolaan Sampah dari Rumah

Selain kerja bakti, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi pengelolaan sampah yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat sejak dari lingkup rumah tangga.

Warga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilah sampah organik dan anorganik sebagai langkah awal dalam pengelolaan yang lebih efektif.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah penggunaan bag composter, yaitu alat sederhana yang dapat digunakan untuk mengolah sampah organik menjadi kompos.

Dengan metode ini, sampah rumah tangga tidak lagi menjadi beban lingkungan, melainkan dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk alami yang berguna bagi tanaman.

Babinsa Sumerta Kelod, Serda I Wayan Muliastra, menyampaikan bahwa edukasi seperti ini sangat penting untuk mengubah pola pikir masyarakat terhadap sampah.

Menurutnya, kebersihan lingkungan tidak akan tercapai tanpa adanya kesadaran individu dalam mengelola sampah dengan benar.

“Sebagai Babinsa, kami hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga turut serta dalam upaya menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan bersama masyarakat. Kami berharap melalui sosialisasi ini, warga dapat menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri di rumah masing-masing,” ujarnya.

Baca juga:
🔗 Edukasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Digelar di Panjer, Warga Terima Compost Bag

Antusiasme Warga Jadi Kunci Keberhasilan

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga Banjar Badaksari. Sejak pagi hari, masyarakat tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara, mulai dari sosialisasi, kerja bakti, hingga pembagian bag composter.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan kegiatan ini.

Tidak hanya orang dewasa, beberapa generasi muda juga turut terlibat, menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan mulai tumbuh di berbagai kalangan.

Partisipasi aktif masyarakat ini diharapkan dapat menjadi kebiasaan yang berkelanjutan, bukan hanya dalam kegiatan tertentu saja.

Dengan adanya kesadaran kolektif, lingkungan yang bersih dan sehat bukan lagi sekadar harapan, melainkan dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Desa Sumerta Kelod dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Upaya sederhana seperti memilah dan mengolah sampah dari rumah diyakini mampu memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *