Salah satu seniman musik asal Pulau Bali yang dikenal luas hingga mancanegara, Gus Teja World Music, kembali memukau para penikmat musik dalam penampilan spesialnya di Samasta Lifestyle Village, Jimbaran.
Kehadirannya menjadi penutup rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 Samasta Bali yang berlangsung meriah.
Gus Teja dikenal sebagai musisi yang memiliki ciri khas permainan suling Bali yang dipadukan dengan berbagai alat musik tradisional serta sentuhan musik modern dan etnik dunia.
Perpaduan tersebut menciptakan harmoni yang khas dan menjadi identitas kuat dalam setiap penampilannya.
Pada malam puncak perayaan, Gus Teja World Music membawakan sembilan lagu yang berhasil menghipnotis ratusan penonton.
Selain membawakan lagu-lagu yang telah dikenal luas, ia juga mempersembahkan beberapa karya terbaru yang telah resmi dirilis dan dapat dinikmati melalui platform musik digital seperti Spotify.
Salah satu momen paling berkesan terjadi saat Gus Teja memainkan lagu “Morning Happiness”, karya yang telah menjadi salah satu lagu instrumental paling populer di Bali.
Alunan melodi suling yang menenangkan membuat para penonton larut dalam suasana. Lagu tersebut bahkan telah lama menjadi favorit dan kerap diputar di berbagai destinasi wisata, mulai dari hotel, kafe, spa, hingga pusat-pusat relaksasi di Pulau Dewata.
Di hadapan penonton, Gus Teja mengungkapkan bahwa “Morning Happiness” merupakan lagu yang memiliki makna istimewa dalam perjalanan kariernya.
Menurutnya, karya tersebut menjadi titik awal yang membuat namanya semakin dikenal oleh masyarakat luas, baik di Indonesia maupun di berbagai negara.
Baca juga:
🔗 Menjaga Warisan Leluhur Lewat Panggung Pertunjukan
Antusiasme penonton terlihat sepanjang pertunjukan. Banyak di antara mereka ikut menikmati setiap alunan musik, mengabadikan momen melalui telepon genggam, hingga memberikan tepuk tangan meriah di akhir setiap lagu.
Salah seorang penggemar, Ayu, mengaku sengaja datang untuk menyaksikan penampilan Gus Teja secara langsung.
Ia mengatakan telah lama mengagumi karya-karya musisi asal Bali tersebut karena musiknya mampu menghadirkan ketenangan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Bali melalui alunan nada.
“Sejak dulu saya memang menyukai musik Gus Teja. Musiknya selalu membuat hati terasa tenang. Karena itu saya tidak ingin melewatkan kesempatan untuk menyaksikan penampilannya secara langsung di Samasta,” ujarnya.
Usai pertunjukan, Ayu bersama sejumlah penggemar lainnya memanfaatkan kesempatan untuk berfoto bersama Gus Teja sebagai kenang-kenangan.
Baca juga:
🔗 Kadek Armika: Menerbangkan Layang-Layang Bali ke Panggung Internasional
Penampilan Gus Teja World Music pun menjadi penutup yang sempurna bagi perayaan satu dekade Samasta Lifestyle Village.
Perpaduan musik etnik Bali, permainan suling yang memikat, serta sambutan hangat dari para penonton menghadirkan malam penuh kehangatan sekaligus menjadi bukti bahwa karya-karya Gus Teja terus mendapat tempat di hati pecinta musik, baik dari Bali maupun berbagai daerah lainnya.