Ketika melihat sebuah bangunan, jarang sekali orang tertarik memperhatikan bangunan yang belum selesai.
Apalagi jika yang terlihat baru sebatas pondasi, tiang, atau dinding yang belum dicat. Perhatian kita biasanya justru tertuju pada bangunan yang sudah jadi, yang tampak indah, rapi, dan memiliki bentuk yang menarik.
Padahal, setiap bangunan yang berdiri kokoh hari ini pernah melewati tahap yang sama: dimulai dari tanah kosong, kemudian pondasi, tiang, dinding, hingga akhirnya menjadi sebuah bangunan utuh.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita pun sering menilai seseorang seperti melihat sebuah bangunan. Yang terlihat adalah hasil akhirnya, penampilan, pekerjaan, pencapaian, kehidupan, atau apa yang tampak dari luar.
Jarang yang bertanya bagaimana prosesnya. Seperti sebuah tempat tinggal, kehidupan seseorang juga memiliki tahapan.
Ada yang masih berada di atas tanah kosong, ada yang baru membangun pondasi, ada yang sedang mendirikan dinding, dan ada pula yang sudah tampak selesai.
Namun, kita tidak pernah tahu seberapa panjang perjalanan yang harus dilalui seseorang untuk sampai pada tahap tersebut.
Baca juga:
🔗 Bangunan Kokoh Berawal dari Pondasi Kuat: Mengapa Tahap Ini Tidak Boleh Dikompromikan
Kesalahan yang sering kita lakukan adalah membandingkan proses kita dengan hasil orang lain.
Kita melihat seseorang sudah memiliki kehidupan yang terlihat mapan, sementara kita merasa masih berada pada tahap membangun pondasi. Dari sana muncul rasa tertinggal, minder, bahkan kecewa terhadap diri sendiri.
Padahal, pondasi memang tidak dibuat untuk terlihat indah. Pondasi dibuat untuk menjadi dasar agar bangunan mampu berdiri kuat.
Begitu juga dengan kehidupan. Masa-masa sulit, kegagalan, kesendirian, perjuangan, dan proses belajar mungkin tidak selalu terlihat oleh orang lain. Namun, semua itu sedang membentuk sesuatu yang penting dalam diri kita.
Baca juga:
🔗 Setiap Burung Memiliki Waktu untuk Terbang: Jangan Membandingkan Perjalanan Hidupmu dengan Orang Lain
Tidak semua bangunan selesai dalam waktu yang sama. Ada yang dibangun dengan cepat, ada yang membutuhkan waktu bertahun-tahun.
Begitu pula perjalanan hidup manusia. Ada yang menemukan jalannya lebih awal, ada yang baru menemukannya setelah melewati banyak persimpangan.
Tidak perlu memaksakan diri mengikuti kecepatan orang lain, karena setiap orang memiliki desain kehidupan dan waktu pembangunannya masing-masing.
Yang terpenting adalah tetap melanjutkan proses. Jika hari ini baru mampu membuat pondasi, buatlah pondasi sekuat mungkin. Jika baru mampu mendirikan satu dinding, kerjakan dengan sebaik-baiknya.
Jadi, bersabarlah terhadap proses pembentukan diri. Tidak masalah jika hari ini belum banyak yang melihat. Tidak masalah jika pencapaian kita belum terlihat menarik di mata orang lain.
Sebab sebuah bangunan tidak dinilai hanya dari pondasinya. Suatu hari, ketika bangunan itu telah selesai, orang akan melihat bentuknya, merasakan kenyamanannya, dan mungkin tertarik untuk datang.
Begitu pula dengan kehidupan. Teruslah membangun diri, sedikit demi sedikit. Tidak perlu terburu-buru membuktikan kepada siapa pun bahwa kita sedang bertumbuh.
Karena sesuatu yang sedang dibangun memang belum terlihat sempurna. Tetapi selama prosesnya terus berjalan, suatu hari ia akan menjadi bangunan yang utuh, dengan bentuk, karakter, dan keunikannya sendiri.