D'Tukad Kertalangu, Tempat Berkumpulnya Kicau Mania di Denpasar

Kawasan berkumpulnya para Kicau Mania untuk latihan bersama dan perlombaan burung berkicau.
Kawasan ini menjadi salah satu pilihan bagi para Kicau Mania untuk menggelar berbagai kegiatan, mulai dari latihan bersama (latber), kopi darat (kopdar), hingga perlombaan burung berkicau. (Foto: Amatjaya)

DENPASAR – Waktu luang bagi sebagian lelaki memiliki cara tersendiri untuk dinikmati. Ada yang memilih berdiri di tengah hamparan sawah, menatap langit sambil mengendalikan layangan berukuran besar.

Ada pula yang menghabiskan waktu dengan mendengarkan kicauan burung peliharaan, merawat burung kesayangan, sekaligus bersilaturahmi dengan sesama penghobi.

Bagi para pencinta burung berkicau atau yang akrab disebut Kicau Mania, hobi ini bukan sekadar mendengarkan suara burung.

Ada kesenangan tersendiri dalam merawat burung, melatih kualitas kicauannya, hingga bertemu dan berbagi pengalaman dengan sesama anggota komunitas.

Salah satu tempat yang menjadi wadah berkumpulnya para penghobi burung di Denpasar adalah kawasan D’Tukad Kertalangu, termasuk area D’Tukad Mancing, di Jalan Bypass Ngurah Rai, Kertalangu, Kesiman, Denpasar, Bali.

Baca juga:
🔗 D Tukad Kesiman Kertalangu, Pilihan Liburan Keluarga dan Anak di Denpasar

Arena Berkumpulnya Kicau Mania

Kawasan ini menjadi salah satu pilihan bagi para Kicau Mania untuk menggelar berbagai kegiatan, mulai dari latihan bersama (latber), kopi darat (kopdar), hingga perlombaan burung berkicau.

Pada hari Minggu, terutama pagi hingga sore, kawasan ini kerap diramaikan aktivitas para penghobi. Selain pertemuan rutin komunitas, kegiatan juga dapat berlangsung secara mingguan maupun bulanan, termasuk perlombaan yang melibatkan peserta dari berbagai daerah.

Sejumlah jenis burung yang biasa dilombakan di antaranya murai batu, anis merah, dan cucak hijau. Setiap kelas memiliki karakteristik tersendiri yang menjadi daya tarik bagi para peserta maupun penonton.

Di arena gantangan, burung-burung ditempatkan pada sangkar yang digantung sesuai dengan ketentuan perlombaan. Para peserta kemudian menyimak penilaian berdasarkan kriteria yang berlaku dalam setiap kelas.

Bagi sebagian penghobi, mengikuti kegiatan ini bukan semata-mata mengejar kemenangan. Pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan untuk bertukar informasi mengenai perawatan burung, berbagi pengalaman, dan memperluas jaringan pertemanan.

Hobi, Silaturahmi, dan Kebersamaan

Di balik suara kicauan yang bersahutan, terdapat interaksi sosial yang membuat kegiatan ini memiliki daya tarik tersendiri.

Para penghobi datang membawa burung andalan, bertemu kawan lama, serta berkenalan dengan sesama pencinta burung.

Obrolan seputar karakter burung, pola perawatan, hingga pengalaman mengikuti perlombaan menjadi bagian dari suasana pertemuan. Bagi mereka, kegiatan seperti ini menjadi cara untuk melepas penat setelah menjalani rutinitas sehari-hari.

Hobi memelihara burung pun menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan orang-orang dengan minat serupa. Tidak hanya soal suara kicauan, tetapi juga tentang kesabaran merawat, pengalaman, dan persahabatan yang tumbuh di antara para penghobi.

Baca juga:
🔗 Desa Budaya Kertalangu, Menikmati Hamparan Sawah dan Monumen Gong Perdamaian Dunia

Kawasan Rekreasi dengan Beragam Fasilitas

Selain dikenal sebagai salah satu kawasan berkumpulnya penghobi burung, D’Tukad Kertalangu juga memiliki beragam fasilitas rekreasi yang dapat dinikmati pengunjung.

Kawasan ini menyediakan sejumlah fasilitas, antara lain area pemancingan, kolam renang, tempat makan, jalur jogging, serta area parkir.

Pemandangan persawahan di sekitarnya turut memberikan suasana berbeda bagi pengunjung yang ingin menikmati waktu luang bersama keluarga maupun teman.

Keberadaan berbagai fasilitas tersebut membuat kawasan ini dapat menjadi pilihan untuk beragam aktivitas, mulai dari menyalurkan hobi, berolahraga, hingga bersantai.

Bagi Kicau Mania, arena gantangan menjadi tempat untuk menyalurkan kecintaan terhadap burung berkicau. Sementara bagi pengunjung lainnya, kawasan ini menawarkan ruang untuk menikmati suasana terbuka di tengah aktivitas Kota Denpasar.

Pada akhirnya, waktu luang tidak selalu harus diisi dengan perjalanan jauh atau kegiatan yang membutuhkan banyak biaya.

Bagi sebagian orang, cukup berkumpul bersama teman, menikmati secangkir kopi, dan mendengarkan kicauan burung sudah menjadi cara sederhana untuk menyegarkan pikiran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *