Babinsa Petang Apresiasi Bulan Bahasa Nasional: Bahasa Adalah Jati Diri Bangsa

Peringatan Bulan Bahasa di SMA Negeri 1 Petang sebagai upaya menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya.
Peringatan Bulan Bahasa di SMA Negeri 1 Petang menjadi pengingat bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga cerminan identitas, karakter, dan kebudayaan. (Foto: Dokumentasi)

BADUNG, BALI — Penutupan peringatan Bulan Bahasa Nasional di SMA Negeri 1 Petang berlangsung pada Selasa (20/10/2026), bertempat di aula sekolah yang berlokasi di Desa Petang, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali.

Mengusung tema “Paksi Castra Pradipta”, kegiatan ini diikuti lebih dari 400 peserta yang terdiri atas siswa, guru, serta undangan dari berbagai instansi terkait.

Acara penutupan tersebut dihadiri Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, Camat Petang, Kepala SMA Negeri 1 Petang, Ketua Komite Sekolah, serta para guru dan siswa.

Turut hadir Babinsa Petang, Sertu I Nyoman Wirudita, bersama Bhabinkamtibmas setempat sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan pendidikan dan pelestarian budaya di lingkungan sekolah.

Beragam Lomba untuk Mengembangkan Kreativitas Siswa

Rangkaian kegiatan Bulan Bahasa di SMA Negeri 1 Petang telah berlangsung pada 15–17 Oktober 2026.

Berbagai perlombaan edukatif digelar untuk mendorong kreativitas, meningkatkan kemampuan berbahasa, serta mengembangkan potensi para siswa.

Sejumlah perlombaan yang diselenggarakan meliputi baca puisi, storytelling, presenter, pemilihan Jegeg Bagus tingkat sekolah, hingga pembuatan video profil sekolah.

Seluruh kegiatan tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk mengasah kemampuan komunikasi, mengekspresikan kreativitas, serta meningkatkan kepercayaan diri.

Baca juga:
🔗 Menjaga Tradisi Bali Lewat Generasi Muda di Tengah Perkembangan Pariwisata

Penyelenggaraan kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan peringatan Bulan Bahasa Nasional dengan Bulan Bahasa Bali.

Kedua momentum tersebut menjadi sarana untuk memperkuat penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan sekaligus menjaga keberlangsungan bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.

Bahasa sebagai Identitas dan Pembentuk Karakter Bangsa

Babinsa Petang, Sertu I Nyoman Wirudita, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, peringatan Bulan Bahasa memiliki nilai positif dalam membangun karakter generasi muda sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme melalui bahasa dan kebudayaan.

“Penutupan Bulan Bahasa Nasional ini merupakan wujud nyata upaya memberikan pembelajaran sekaligus meningkatkan rasa nasionalisme. Bahasa adalah jati diri kita. Bahasa menunjukkan cara kita berpikir dan berkomunikasi, serta menjadi sarana utama dalam membangun karakter bangsa,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai sarana pembelajaran yang mendorong generasi muda untuk menghargai bahasa, baik bahasa Indonesia maupun bahasa daerah.

Dengan demikian, para siswa tidak hanya memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, tetapi juga memahami pentingnya bahasa sebagai bagian dari identitas bangsa.

Menumbuhkan Kecintaan terhadap Bahasa dan Budaya

Peringatan Bulan Bahasa Nasional juga berkaitan erat dengan sejarah perjuangan bangsa, khususnya momentum Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.

Dalam peristiwa bersejarah tersebut, bahasa Indonesia ditegaskan sebagai bahasa persatuan yang menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun identitas nasional.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menggunakan bahasa Indonesia secara baik, benar, dan santun dalam kehidupan sehari-hari semakin meningkat.

Di saat yang sama, kecintaan terhadap bahasa Bali dan bahasa daerah lainnya juga perlu terus ditumbuhkan agar warisan budaya tersebut tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Peringatan Bulan Bahasa di SMA Negeri 1 Petang menjadi pengingat bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga cerminan identitas, karakter, dan kebudayaan.

Menjaga bahasa berarti turut merawat jati diri bangsa sekaligus mewariskan kekayaan budaya kepada generasi mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *