Medan Sulit Tak Halangi Semangat Tim Gabungan Cari Dua Korban Longsor di Pelaga

Tim gabungan melakukan pencarian terhadap dua korban dengan melibatkan berbagai unsur terkait.
Sinergi berbagai unsur dilakukan dalam pencarian korban. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi pihak berwenang terkait pencarian kedua korban. (Foto: Dokumentasi)

Medan yang sulit dan kondisi tanah yang masih labil tidak menyurutkan semangat tim gabungan dalam melakukan pencarian dua korban tanah longsor di kawasan Plaga Eco Park, Banjar Bukit Munduk Tiying, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung.

Memasuki hari kedua pencarian pada Selasa (3/11/2026), sekitar 80 personel gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, dan unsur terkait dikerahkan untuk menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban.

Danramil 1611-06/Petang, Kapten Inf I Nyoman Suarka, turun langsung ke lokasi bersama jajaran Babinsa untuk mendukung proses pencarian dan memastikan koordinasi antarunsur berjalan dengan baik.

Baca juga:
🔗 Satbrimob Polda Bali Bersama Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Korban Longsor di Desa Plaga

Personel gabungan dibagi menjadi beberapa kelompok untuk memperluas area penyisiran. Fokus pencarian diarahkan pada dua titik utama, yakni timbunan material longsor di sekitar lokasi kejadian serta aliran sungai di depan area glamping yang mengarah ke selatan.

Dua Korban Belum Ditemukan

Dua korban yang hingga kini belum ditemukan masing-masing bernama Bangkit Khoirul Mubarok, warga Banjarmasin Utara, Kalimantan Selatan, dan Sascha Erich Schubert, warga negara Jerman.

Keduanya dilaporkan berada di kawasan tersebut saat longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Pelaga.

Baca juga:
🔗 Longsor Terjang Pelaga Eco Park, Dua Orang Hilang; BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Bali

Kapten Inf I Nyoman Suarka mengatakan, pihaknya mengerahkan personel Babinsa untuk memperkuat operasi pencarian bersama tim gabungan.

“Kami bergerak cepat dan terpadu. Setiap area yang berpotensi menjadi lokasi korban kami periksa dengan teliti, meskipun medan cukup sulit dan kondisi tanah masih labil di beberapa titik,” ujarnya di lokasi kejadian.

Ia menegaskan bahwa koordinasi dan sinergi antarpersonel menjadi hal penting dalam pelaksanaan operasi.

Selain memaksimalkan pencarian, faktor keselamatan seluruh petugas juga menjadi perhatian utama, mengingat kondisi medan yang masih berisiko.

Hingga Selasa sore, operasi pencarian hari kedua dihentikan sementara dengan mempertimbangkan kondisi pencahayaan yang semakin terbatas serta faktor keamanan di lokasi.

Tim gabungan dijadwalkan kembali melanjutkan pencarian pada hari berikutnya dengan strategi dan pembagian tugas yang lebih terarah.

“Kami tidak menyerah. Kami berdoa sekaligus berupaya semaksimal mungkin agar kedua korban segera ditemukan. Semangat dan solidaritas seluruh pihak menjadi kekuatan besar bagi kami di lapangan,” tambah Kapten I Nyoman Suarka.

Upaya pencarian ini menjadi bentuk sinergi berbagai unsur dalam penanganan bencana. Masyarakat diimbau tetap tenang serta mengikuti informasi dan perkembangan resmi dari pihak berwenang terkait proses pencarian kedua korban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *