Ketika menyebut Gorontalo, banyak orang langsung terbayang keindahan lautnya Taman Laut Olele atau pengalaman langka berenang bersama hiu paus di Teluk Tomini.
Namun, di balik keelokan laut itu, Gorontalo juga menyimpan permata tersembunyi yang sarat nilai, ketenangan, dan keindahan spiritual, Taman Wisata Religi Bubohu.
Terletak di Desa Bongo, Kecamatan Batudaa Pantai, tempat ini menjadi salah satu destinasi favorit yang kerap dikunjungi, bahkan berulang kali.
Banyak wisatawan mengaku tak pernah bosan datang ke sini. Suasananya yang tenang, pemandangan alam yang menyegarkan, serta nuansa religius yang kental menjadikannya berbeda dari destinasi wisata kebanyakan.
Salah satu daya tarik utama dari Desa Bongo adalah deretan rumah kayu bergaya tradisional yang berdiri di antara rimbunnya pepohonan.
Dengan atap dari ijuk dan dinding bambu, rumah-rumah ini menciptakan kesan etnik namun tetap sederhana dan elegan.
Beberapa di antaranya bahkan didesain menyerupai bentuk rumah adat Gorontalo, mencerminkan penghormatan terhadap budaya lokal.
Bagi pengunjung yang ingin merasakan pengalaman lebih mendalam, tersedia penginapan bergaya eco-lodge yang menawarkan sensasi tinggal di tengah alam.
Bangun pagi dengan suara burung, udara segar pegunungan, dan cahaya matahari yang masuk lembut melalui sela dedaunan adalah hal sederhana yang memberi ketenangan luar biasa.
Di halaman-halaman rumah ini, burung merpati (burung dara) beterbangan bebas. Keberadaan mereka bukan hanya menjadi ornamen hidup yang memperindah suasana, tetapi juga simbol perdamaian yang seolah menyatu dengan nuansa religius tempat ini.
Pengunjung bahkan bisa berinteraksi langsung dengan burung-burung tersebut dan memberi makan dari pakan yang telah disediakan oleh pengelola.
Baca juga:
🔗 Kampung Bajo Torosiaje: Kehidupan Terapung di Ujung Barat Gorontalo
Sebagaimana namanya, Taman Wisata Religi Bubohu tidak hanya menawarkan pemandangan alam, tetapi juga menghadirkan suasana spiritual yang mendalam.
Kawasan ini dibangun dan dirawat dengan semangat untuk menjaga nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal.
Tak heran jika tempat ini kerap digunakan sebagai lokasi zikir bersama, kajian agama, dan kegiatan keislaman lainnya.
Beberapa area dalam taman didesain untuk refleksi dan kontemplasi, menghadirkan ruang sunyi bagi siapa pun yang ingin menyendiri, bermeditasi, atau sekadar menyerap energi positif dari alam.
Di sinilah kehidupan terasa melambat mengajak setiap jiwa untuk berhenti sejenak, merenung, dan kembali mengenal diri.
Berjalan santai menyusuri area desa, Anda akan disambut dengan kebun kecil, pohon tua nan rindang, serta aroma tanah yang alami.
Udara segar khas pegunungan menyapu wajah, dan gemericik air dari pancuran bambu terdengar dari kejauhan.
Semua elemen itu membentuk orkestra alam yang menenangkan pikiran dan menyejukkan jiwa.
Bagi para pecinta fotografi atau pembuat konten, desa ini sangat fotogenik. Di pagi hari, kabut tipis menyelimuti pohon-pohon dan rumah kayu, menciptakan nuansa magis.
Sementara di sore hari, sinar mentari yang jatuh di antara celah daun menghadirkan permainan cahaya yang dramatis. Setiap sudutnya seolah menyimpan cerita dan kesederhanaan yang indah.
Mengunjungi Gorontalo tak melulu soal pantai dan laut. Ada sisi lain yang menunggu untuk dijelajahi, desa-desa yang menyatu dengan alam dan spiritualitas, seperti Desa Bongo ini.
Tempat di mana alam dan manusia hidup berdampingan dengan harmoni, di mana waktu berjalan lebih lambat, dan suara hati bisa terdengar lebih jelas.
Taman Wisata Religi Bubohu bukan sekadar destinasi untuk melihat-lihat, tetapi tempat untuk merasakan.
Di sinilah Anda bisa melepas beban hidup, menyeruput kopi lokal di teras bambu, sambil menyaksikan merpati terbang bebas dan langit Gorontalo yang biru memayungi hari.
Luangkan waktu sejenak. Beri diri Anda kesempatan untuk menyentuh kedamaian yang tak bisa dibeli hanya bisa dialami.