Denpasar – Hujan deras yang mengguyur sejak Selasa malam hingga Rabu pagi (10/9) menyebabkan banjir di sejumlah titik di Pulau Bali.
Genangan air setinggi lutut hingga pinggang orang dewasa dilaporkan merendam beberapa kawasan, termasuk jalur utama di sekitar Underpass Patung Dewa Ruci, Kuta, yang menjadi salah satu lokasi terparah.
Kondisi ini membuat arus lalu lintas macet total, sementara banyak pengendara terpaksa mencari jalur alternatif untuk bisa melanjutkan perjalanan.
Selain mengganggu mobilitas warga, banjir juga merendam sejumlah rumah, pertokoan, hingga penginapan di kawasan Kuta dan sekitarnya.
Beberapa kendaraan roda dua maupun roda empat dilaporkan mogok karena mesin terendam air.
Warga yang tinggal di kawasan rendah pun mulai mengevakuasi barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan.
Danramil 1611-03/Kuta, Mayor Arm I Putu Arimbawa, bersama jajarannya sejak pagi langsung turun ke lapangan untuk memantau situasi sekaligus membantu warga yang terdampak.
“Kami fokus melakukan penyisiran di area banjir parah, terutama di sekitar Jalan Mal Bali Galeria, karena lokasi tersebut menjadi salah satu titik rawan,” ujarnya.
Baca juga:
🔗 Kisah Letkol I Wayan Suwitantra, S.I.P., Perwira Tangguh dari Blahbatuh, Gianyar
Salah satu penginapan di kawasan tersebut bahkan harus mengevakuasi tamu yang terjebak banjir.
Proses evakuasi dilakukan dengan mengerahkan personel TNI bersama tim gabungan menggunakan perahu karet.
Langkah cepat ini dilakukan untuk memastikan keselamatan para penghuni yang tidak bisa keluar karena ketinggian air.
Mayor Arimbawa menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian, BPBD, dan instansi terkait untuk melakukan penanganan darurat.
Personel juga disiagakan di beberapa titik untuk membantu mengatur arus lalu lintas, mengingat jalan utama Kuta–Denpasar lumpuh akibat banjir.
Hingga siang hari, hujan mulai mereda, namun genangan air belum sepenuhnya surut. Aparat menghimbau masyarakat agar tetap waspada dan menghindari perjalanan melalui jalur yang tergenang, serta mengutamakan keselamatan.
“Kami harap masyarakat bersabar dan selalu berhati-hati, karena kondisi cuaca masih berpotensi hujan deras,” kata Mayor Arimbawa.
Banjir ini kembali menjadi perhatian publik terkait persoalan drainase di kawasan Kuta dan Denpasar, yang kerap tidak mampu menampung debit air hujan tinggi.
Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan langkah strategis agar persoalan banjir berulang bisa teratasi secara menyeluruh.