Bali mulai kembali normal setelah banjir besar yang melanda beberapa titik pada Rabu, 10 September 2025 lalu.
Salah satu lokasi yang paling terdampak adalah underpass di depan Patung Dewa Ruci, kawasan yang dikenal sebagai salah satu titik vital lalu lintas di Denpasar.
Baca juga:
๐ Banjir Besar Melanda Bali, Wisatawan di Hotel Dekat Mal Bali Galeria Dievakuasi
Saat banjir terjadi, ketinggian air di underpass tersebut mencapai lebih dari dua meter. Kondisi itu membuat jalur utama ini lumpuh total dan tidak bisa dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
Warga yang biasanya menggunakan jalur ini terpaksa mencari rute alternatif, yang menyebabkan kemacetan panjang di sejumlah ruas jalan di sekitar Kuta dan Denpasar.
Kini, setelah beberapa hari dilakukan upaya penyedotan air dan pembersihan lumpur, kondisi underpass sudah kembali normal.
Arus kendaraan terlihat lancar di kedua arah, menandakan aktivitas masyarakat kembali berjalan seperti sedia kala.
Hendra, salah satu pengendara motor yang sehari-hari melewati jalur tersebut, mengungkapkan rasa syukurnya.
โSebelumnya saya tidak bisa melewati rute ini karena banjir cukup tinggi. Biasanya perjalanan saya jadi terhambat karena harus mutar jauh. Sekarang sudah normal, jadi sangat membantu perjalanan saya setiap hari,โ ujarnya.
Selain underpass Patung Dewa Ruci, beberapa titik lain di Denpasar juga sempat terdampak banjir.
Pemerintah bersama petugas gabungan bergerak cepat melakukan penanganan, termasuk mengaktifkan pompa air, membuka akses drainase, serta mengerahkan alat berat untuk membersihkan material yang terbawa arus banjir.
Baca juga:
๐ Banjir Rendam Sejumlah Titik di Bali, Danramil Kuta Turun Langsung Bantu Evakuasi
Normalnya kembali jalur utama ini diharapkan mampu memulihkan mobilitas warga Bali, terutama di sektor ekonomi yang sempat terganggu. Kawasan Kuta dan Denpasar sebagai pusat aktivitas wisata dan perdagangan kini kembali ramai.
Meski demikian, warga diminta tetap waspada terhadap potensi hujan deras yang bisa menyebabkan genangan kembali.
Pemerintah daerah berjanji akan terus memperbaiki sistem drainase serta menambah pompa air di titik-titik rawan, agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.
Baca juga:
๐ Pulau Bali: Antara Pesona dan Ujian Alam