Pulau Bali selama ini dikenal sebagai surga dunia. Pantainya yang menawan, sawah berundak yang hijau, pura megah di puncak bukit, hingga keramahan masyarakatnya menjadikan Bali selalu menjadi magnet bagi wisatawan dari seluruh penjuru.
Setiap sudut pulau ini seakan memiliki kisah; dari matahari terbit di Pantai Sanur hingga senja dramatis di Uluwatu, Bali adalah panggung kehidupan yang tak pernah berhenti menebar pesona.
Namun, di balik keelokan itu, tersimpan cerita lain tentang manusia dan alam yang terus berinteraksi.
Hujan deras yang mengguyur tanpa henti, seperti yang baru-baru ini terjadi, menghadirkan banjir di sejumlah kawasan.
Jalanan yang biasanya ramai wisatawan berubah menjadi lautan kecil, aktivitas pun terhenti, dan masyarakat bahu-membahu menghadapinya.
Baca juga:
🔗 Banjir Melanda Bali
Denpasar, sebagai pusat ekonomi dan mobilitas, menjadi salah satu wilayah yang terdampak. Genangan air yang cukup tinggi menunjukkan betapa rapuhnya harmoni ketika alam mengambil perannya.
Wisatawan dengan koper terpaksa berhenti, menunggu jalan kembali bisa dilalui, sementara raut wajah mereka menggambarkan kebingungan dan kegelisahan karena perjalanan tertunda.
Para pedagang kecil pun tak luput merasakan dampaknya. Lapak-lapak yang biasanya ramai mendadak sepi, digantikan suara derasnya hujan dan aliran air.
Banyak barang dagangan terendam, kerugian pun tak terhindarkan. Meski begitu, solidaritas warga tetap terjaga.
Mereka saling membantu mengevakuasi kendaraan maupun barang berharga, memastikan tak ada yang tertinggal dan membahayakan keselamatan.
Baca juga:
🔗 Brimob, TNI, dan Tim SAR Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Pasar Kumbasari Denpasar
Di sisi lain, kendaraan roda dua dan empat banyak yang terjebak banjir. Sebagian nekat melintas hingga mesin mati mendadak, menjadikan jalanan penuh dengan kendaraan mogok dan kemacetan panjang.
Petugas kepolisian, relawan, dan warga bergotong royong mendorong kendaraan agar jalan tidak sepenuhnya lumpuh.
Baca juga:
🔗 Banjir Rendam Sejumlah Titik di Bali, Danramil Kuta Turun Langsung Bantu Evakuasi
Peristiwa ini memperlihatkan bahwa banjir tak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga mengganggu ritme kehidupan masyarakat Bali yang biasanya harmonis.
Aktivitas perdagangan, pariwisata, dan transportasi lumpuh seketika. Namun, semangat gotong royong dan ketangguhan masyarakat Bali tetap menjadi cahaya di tengah genangan air.
Inilah Bali pulau yang bukan hanya tentang keindahan, tetapi juga tentang keteguhan. Ujian alam memperlihatkan wajah asli masyarakatnya, bergotong royong, sabar, dan selalu berusaha menjaga keseimbangan dengan alam.
Filosofi Tri Hita Karana menjaga keharmonisan dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan tetap hidup dalam keseharian mereka.
Baca juga:
🔗 Potret Ketangguhan Warga Bali di Tengah Wisata Dunia
Ketika hujan reda dan air surut, kehidupan pun kembali berjalan. Senyum ramah penduduk kembali menyapa wisatawan.
Anak-anak riang bermain di tepi jalan, para seniman menyiapkan tarian untuk pentas sore, dan aroma kopi Bali kembali menyeruak dari warung-warung kecil.
Bali adalah kisah tentang kehidupan itu sendiri, indah, penuh warna, kadang menantang, tetapi selalu membuat siapa pun kembali jatuh cinta.