Denpasar, 12 September 2025, Bhayangkari Polda Bali bersama komunitas Dapur Jaba Paon membuka dapur lapangan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Inisiasi kegiatan ini digagas oleh Ketua Bhayangkari Satbrimob Polda Bali, Ny. Linda Rachmat, yang juga istri Dansat Brimob Polda Bali.
Sejak hari pertama, Jumat (12/9), dapur lapangan mulai beroperasi sejak pukul 07.00 pagi. Menu yang disajikan pun sederhana namun penuh kehangatan.
Hari pertama, warga menikmati mie goreng, telur orek, dan sarden sebagai menu utama. Memasuki hari ketiga, hidangan berganti menjadi nasi goreng, yang dibagikan tiga kali sehari, pagi, siang, dan malam.
Baca juga:
🔗 Brimob, TNI, dan Tim SAR Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Pasar Kumbasari Denpasar
Antusiasme masyarakat terlihat semakin besar dari hari ke hari. Pada awal kegiatan, dapur lapangan menyalurkan makanan kepada 126 orang.
Namun hanya dalam hitungan hari, jumlah penerima meningkat menjadi 246 orang. Setiap bungkus nasi yang dibagikan bukan sekadar makanan, melainkan simbol perhatian dan kepedulian.
Kegiatan ini melibatkan sekitar 630 orang anggota Bhayangkari. Dari jumlah tersebut, 400 orang ikut turun langsung bersama komunitas Dapur Jaba Paon, bahu-membahu menyiapkan ratusan porsi makanan.
Mereka bekerja dengan penuh semangat, mulai dari mempersiapkan bahan, memasak, hingga membungkus dan membagikan kepada warga.
Setiap harinya, sekitar 600 bungkus makanan berhasil disiapkan. Kehadiran para ibu Bhayangkari yang tidak hanya mendampingi, tetapi juga ikut serta memasak, menambah suasana kekeluargaan dalam kegiatan ini.
Aroma masakan yang mengepul dari dapur lapangan menjadi tanda semangat gotong royong yang hidup di tengah masyarakat.
Dapur lapangan ini berlokasi di depan Mako Brimob, Jalan Wr. Supratman, Denpasar Timur. Posisi ini dipilih agar mudah dijangkau dan strategis bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan.
Warga pun menyambut baik kehadiran dapur lapangan ini, karena mereka bisa merasakan langsung manfaat nyata berupa kebutuhan pangan yang terjamin.
Suasana dapur lapangan tidak hanya dipenuhi dengan hiruk pikuk kegiatan memasak, tetapi juga dengan tawa, obrolan, dan kerja sama.
Para ibu-ibu Bhayangkari terlihat lincah mengupas bawang, menyiangi sayuran, atau mengaduk wajan besar berisi nasi goreng. Di sisi lain, anggota komunitas Dapur Jaba Paon memastikan distribusi berjalan lancar.
“Rasanya seperti kembali ke suasana kampung, semua orang bekerja sama tanpa membeda-bedakan. Ini bukan hanya soal nasi bungkus, tapi soal kepedulian,” ungkap salah satu relawan Dapur Jaba Paon.
Bagi sebagian warga yang menerima, bantuan ini terasa sangat berarti. “Nasi bungkus ini lebih dari cukup untuk kami.
Terima kasih karena sudah peduli dengan kondisi kami,” ujar seorang penerima bantuan dengan mata berkaca-kaca.
Baca juga:
🔗 Gotong Royong dalam Upacara Keagamaan: Kekuatan Sosial dan Budaya Pulau Bali
Kegiatan ini tidak hanya menjadi wujud nyata solidaritas antara Bhayangkari, Brimob, komunitas Dapur Jaba Paon, dan masyarakat, tetapi juga menghadirkan pesan kuat bahwa kebersamaan mampu menghadapi situasi sulit.
Ny. Linda Rachmat menyampaikan bahwa dapur lapangan ini diharapkan dapat terus berjalan selama masyarakat masih membutuhkan.
“Kami hadir bukan hanya untuk memberikan makanan, tetapi juga untuk menebarkan semangat kebersamaan. Semoga kegiatan ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan dapur lapangan ini, Denpasar kembali menunjukkan wajah humanisnya, sebuah kota yang masyarakatnya siap saling mendukung dalam keadaan apa pun.
Kehadiran dapur lapangan ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain, bahwa kekuatan terbesar bangsa ini ada pada gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.