Jembrana โ Kamis, 5 Februari 2026, Tim SAR gabungan bersama personel Batalyon C Pelopor Gilimanuk melakukan evakuasi terhadap penemuan sesosok mayat di kawasan Pantai Hutan Penginuman, Kabupaten Jembrana, Bali.
Penemuan tersebut segera ditindaklanjuti dengan pengamanan lokasi kejadian serta koordinasi lintas instansi guna memastikan seluruh proses evakuasi berlangsung aman dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Medan evakuasi yang berada di kawasan pesisir, berbatasan langsung dengan hutan bakau, menuntut kewaspadaan dan ketelitian tinggi.
Personel gabungan bergerak menyusuri area pantai dan semak mangrove sebelum akhirnya mengevakuasi jenazah untuk dibawa ke lokasi yang lebih aman guna penanganan lanjutan.
Baca juga:
๐ Sinergi dalam Senyap: Dedikasi Tanpa Batas Polda Bali Menjaga Gerbang Pulau Dewata
Pantai Hutan Penginuman dikenal sebagai kawasan pesisir yang memiliki nilai strategis. Lokasinya berada tidak jauh dari Pelabuhan Gilimanuk, pintu gerbang utama Bali bagian barat, serta berdekatan dengan wilayah Taman Nasional Bali Barat.
Kawasan ini juga merupakan habitat hutan bakau yang berfungsi sebagai area konservasi dan penyangga ekosistem pesisir.
Karena letaknya yang strategis, kawasan Pantai Hutan Penginuman kerap menjadi perhatian aparat keamanan dan instansi terkait.
Selain pengawasan terhadap aktivitas pelayaran dan lingkungan, wilayah ini juga termasuk dalam jalur pemantauan terhadap potensi aktivitas ilegal yang memanfaatkan kondisi geografis dan minimnya akses publik.
Baca juga:
๐ Refleksi Akhir Tahun: Kepemimpinan dan Pengabdian Komandan Batalyon C Pelopor
Komandan Batalyon C Pelopor Gilimanuk, KOMPOL I Nyoman Supartha Wiryadarma, S.H., menyampaikan bahwa hingga saat ini identitas korban masih belum dapat dipastikan. Pihaknya menyerahkan proses identifikasi sepenuhnya kepada instansi berwenang.
โUntuk identitas korban, hingga saat ini masih belum diketahui,โ ujar Kompol Supartha.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan jajaran Batalyon C Pelopor dalam proses evakuasi merupakan bagian dari tugas kemanusiaan dan bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Sinergi antara Tim SAR dan personel kepolisian menjadi kunci dalam penanganan kejadian darurat, khususnya di wilayah perairan dan kawasan terpencil.
Hingga berita ini diturunkan, aparat terkait masih melakukan pendalaman guna mengungkap identitas korban serta menyelidiki penyebab pasti kejadian tersebut, sembari tetap menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah sekitar.