Kamis, 5 Februari, Kendari — Musyawarah Cabang (Muscab) IV Partai Hanura Sulawesi Tenggara menjadi momentum strategis bagi jajaran pimpinan DPD Partai Hanura Sultra bersama para kader dari berbagai daerah.
Forum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi internal, tetapi juga ruang konsolidasi penting untuk menyamakan arah perjuangan partai ke depan, sejalan dengan arahan Ketua Umum Partai Hanura, Dr. Oesman Sapta Odang, dengan semangat Daerah Berdaya, Indonesia Sejahtera.
Dalam Muscab tersebut, berbagai evaluasi dan pemetaan kekuatan politik dibahas secara terbuka. Fokus utama diarahkan pada penguatan basis suara di tingkat akar rumput, sekaligus memperkokoh soliditas struktur partai hingga ke tingkat cabang.
Muscab serentak ini menjadi penanda bahwa Partai Hanura Sultra mulai memanaskan mesin politik sejak dini dalam menghadapi agenda politik nasional mendatang.
Baca juga:
🔗 Brigjen Pol (Purn) Dr. Drs. Adeni Muhan Daeng Pabali, M.M.: Mengabdi dalam Senyap, Bergerak untuk Masa Depan Hanura
Suasana Muscab IV semakin hidup dengan kehadiran tokoh Partai Hanura, Brigjen Pol (Purn) Dr. Drs. Adeni Muhan Daeng Pabali, M.M., yang memberikan motivasi serta arahan langsung kepada para kader.
Kehadiran Koordinator Wilayah 9 DPP Partai Hanura tersebut menjadi perhatian tersendiri, mengingat perannya yang strategis dalam mengawal pergerakan partai di kawasan Sulawesi.
Dalam arahannya, Adeni menekankan pentingnya menjaga soliditas, loyalitas, serta kedekatan dengan masyarakat sebagai kunci utama meraih kepercayaan publik.
Ia juga mengingatkan bahwa kerja politik tidak cukup dilakukan menjelang pemilu, melainkan harus dibangun secara konsisten dan berkelanjutan melalui kerja nyata di tengah masyarakat.
Sebagai Koordinator Wilayah 9 DPP Partai Hanura yang membawahi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara, Adeni Muhan Daeng Pabali memahami karakter dan dinamika politik kawasan tersebut.
Sulawesi dikenal memiliki iklim politik yang kuat, dengan kader-kader yang matang dan kritis, sehingga membutuhkan kepemimpinan yang tegas, adaptif, serta mampu membaca kearifan lokal.
Melalui Muscab IV ini, Partai Hanura Sultra menegaskan komitmennya untuk menjadikan Sulawesi Tenggara sebagai salah satu lumbung suara strategis.
Dengan kerja politik yang terstruktur, konsolidasi berjenjang, serta penguatan kaderisasi, Hanura Sultra optimistis dapat meningkatkan perolehan suara dan memperkuat posisi partai dalam kontestasi politik mendatang.
Muscab IV Partai Hanura Sulawesi Tenggara bukan sekadar forum organisasi, melainkan titik tolak penguatan arah perjuangan partai di daerah.
Dari Bumi Anoa, semangat konsolidasi digerakkan, berpikir cerdas, bekerja keras, dan bermain taktis, sebagai wujud militansi kader dalam menyatukan gagasan, struktur, dan gerak politik menuju tujuan bersama.
Dengan soliditas internal, kepemimpinan yang memahami dinamika lokal, serta kerja politik yang berkelanjutan, Partai Hanura Sultra menegaskan kesiapannya melangkah lebih jauh.
Menjadikan Sulawesi Tenggara sebagai lumbung suara bukan sekadar target elektoral, melainkan hasil dari proses panjang membangun kepercayaan rakyat.