85 Perwira Polri Dimutasi, Wakapolda dan Kapolresta Bali Berganti

Brigjen Pol I Komang Sandi Arsana dan Kombes Pol Muhammad Iqbal Simatupang dalam kegiatan kedinasan di Bali.
Brigjen Pol I Komang Sandi Arsana, S.I.K., M.H., Wakapolda Bali, dan Kombes Pol Muhammad Iqbal Simatupang, S.I.K., M.H., Kapolresta Bali, berganti pada awal tahun dalam mutasi Polri terbaru. (Foto: Moonstar)

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan rotasi dan mutasi jabatan pada awal tahun 2026.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menetapkan mutasi terhadap 85 personel Polri, mulai dari perwira tinggi (Pati) hingga perwira menengah (Pamen), sebagai bagian dari upaya penyegaran organisasi dan penguatan kinerja institusi.

Kebijakan mutasi tersebut tertuang dalam dua Surat Telegram (ST), yakni ST Nomor ST/99/I/KEP./2026 tertanggal 15 Januari 2026 yang mencakup 53 personel, serta ST Nomor ST/143/I/KEP./2026 tertanggal 22 Januari 2026 yang memuat mutasi terhadap 32 personel.

Mutasi ini mencakup berbagai satuan kerja, baik di tingkat Mabes Polri maupun kewilayahan.

Langkah mutasi ini merupakan mekanisme rutin dalam tubuh Polri yang bertujuan untuk menjaga dinamika organisasi tetap berjalan sehat.

Selain sebagai bagian dari pengembangan karier personel, rotasi jabatan juga dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan organisasi dengan tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat yang semakin kompleks dan dinamis.

Penyegaran di Jajaran Polda Bali

Salah satu wilayah yang mengalami perubahan struktur kepemimpinan adalah Polda Bali.

Pergantian ini menjadi sorotan mengingat Bali merupakan daerah tujuan wisata internasional dengan karakteristik pengamanan yang unik dan tingkat kerawanan yang memerlukan perhatian khusus.

Brigjen Pol I Komang Sandi Arsana, S.I.K., M.H. (NRP 74060403), yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Bali, mendapat kepercayaan menempati jabatan baru sebagai Karokurikulum Lemdiklat Polri.

Penugasan ini dinilai strategis karena berkaitan langsung dengan pengembangan kurikulum dan peningkatan kualitas pendidikan serta pelatihan anggota Polri di seluruh Indonesia.

Baca juga:
🔗 Sinergi dalam Senyap: Dedikasi Tanpa Batas Polda Bali Menjaga Gerbang Pulau Dewata

Posisi Wakapolda Bali selanjutnya diisi oleh Brigjen Pol I Made Astawa, S.I.K. (NRP 70080310), yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Detasemen Khusus (Wakadensus) 88 Antiteror Polri.

Dengan latar belakang dan pengalaman di bidang penanggulangan terorisme, Brigjen Pol I Made Astawa diharapkan mampu memberikan penguatan pada aspek deteksi dini, pencegahan, serta pengamanan wilayah Bali yang kerap menjadi pusat kegiatan nasional maupun internasional.

Pergantian Wakapolda ini juga mencerminkan kepercayaan pimpinan Polri terhadap kapasitas dan rekam jejak para perwira yang ditempatkan pada posisi strategis, khususnya di daerah dengan kepentingan nasional dan internasional seperti Bali.

Pergantian Kapolresta Denpasar

Selain di tingkat Polda, mutasi juga menyentuh jajaran kepolisian resor kota. Jabatan Kapolresta Denpasar mengalami pergantian seiring dengan kebijakan mutasi tersebut.

Kombes Pol Muhammad Iqbal Simatupang, S.I.K., M.H. (NRP 77071326), yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolresta Denpasar Polda Bali, diangkat dalam jabatan baru sebagai Assessor SDM Kepolisian Madya Tingkat II SSDM Polri.

Penugasan ini menempatkannya pada posisi yang berperan penting dalam penilaian dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Polri.

Sementara itu, tongkat kepemimpinan Kapolresta Denpasar diserahkan kepada Kombes Pol Leonardo David Simatupang, S.I.K., M.H. (NRP 77090907), yang sebelumnya menjabat sebagai Auditor Kepolisian Madya Tingkat III Itwasum Polri.

Dengan pengalaman di bidang pengawasan dan audit internal, Kombes Pol Leonardo diharapkan mampu memperkuat tata kelola organisasi serta meningkatkan profesionalisme pelayanan kepolisian di wilayah hukum Denpasar.

Baca juga:
🔗 AKBP Iwan Hidayat, S.I.K.: Jejak Pengabdian Perwira Brimob dalam Dinamika Rotasi Polri

Bagian dari Dinamika dan Pembinaan Organisasi

Mutasi dan rotasi jabatan dalam tubuh Polri merupakan hal yang wajar dan menjadi bagian dari sistem pembinaan organisasi.

Pergantian jabatan tidak hanya dimaknai sebagai pergeseran posisi, tetapi juga sebagai upaya penyegaran kepemimpinan agar organisasi tetap adaptif terhadap perubahan situasi dan tantangan di lapangan.

Melalui mutasi ini, Polri diharapkan semakin solid dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Di wilayah Bali, pergantian pejabat ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan citra Bali sebagai destinasi wisata dunia yang aman dan kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *