27 Tahun Mengabdi untuk Negeri, Kombes Pol Azhari Juanda Sambut Hari Bhayangkara ke-80 dengan Semangat Pengabdian

Kombes Pol Azhari Juanda dalam kegiatan yang mencerminkan pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat
Kombes Pol Azhari Juanda menjadi gambaran bahwa tugas kepolisian sejatinya bukan hanya tentang penegakan hukum, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat bagi masyarakat. (Foto: Istimewa)

Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli 2026, berbagai ucapan dan refleksi pengabdian mewarnai media sosial.

Momen yang menandai hari lahir Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) ini menjadi kesempatan bagi para anggota kepolisian untuk mengenang perjalanan tugas sekaligus meneguhkan komitmen dalam melayani dan melindungi masyarakat.

Salah satu sosok yang turut menyambut peringatan tersebut adalah Kombes Pol Azhari Juanda, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Maluku Utara.

Selama 27 tahun masa pengabdiannya di tubuh Polri, Azhari telah melewati berbagai dinamika penugasan, suka dan duka pengabdian, terutama di lingkungan Korps Kepolisian Perairan dan Udara yang menjadi bagian terbesar dalam perjalanan kariernya.

Mengabdi di Negeri Kepulauan

Maluku Utara merupakan wilayah yang didominasi hamparan laut luas dan gugusan pulau yang tersebar. Kondisi geografis tersebut menghadirkan tantangan tersendiri dalam menjaga keamanan, keselamatan, serta pelayanan kepada masyarakat.

Karakter wilayah yang unik menuntut kehadiran pemimpin yang tidak hanya memahami tugas kepolisian secara teknis, tetapi juga mengerti kehidupan masyarakat pesisir dan dinamika wilayah maritim.

Di tengah kebutuhan tersebut, hadir sosok Kombes Pol Azhari Juanda. Ia bukanlah orang baru bagi masyarakat Maluku Utara.

Pengalamannya sebagai Kapolres Tidore Kepulauan dan Kapolres Ternate membuatnya memahami karakter daerah, budaya masyarakat, hingga berbagai persoalan yang dihadapi warga kepulauan.

Pengalaman itu menjadi modal berharga ketika pada awal tahun 2025 ia dipercaya mengemban amanah sebagai Dirpolairud Polda Maluku Utara.

Sebuah jabatan yang tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum di laut, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat yang menggantungkan hidup pada jalur perairan.

Bagi Azhari, pengamanan laut bukan sekadar patroli dan penindakan. Lebih dari itu, pengamanan laut adalah tentang kehadiran negara di tengah masyarakat, terutama saat mereka membutuhkan pertolongan dan perlindungan.

Baca juga:
🔗 Ketika Gelombang Menguji Kemanusiaan: Azhari Juanda dan Makna Kehadiran Polisi di Laut Maluku Utara

Perjalanan Panjang di Korps Polairud

Kombes Pol Azhari Juanda merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1998. Ia kemudian melanjutkan pendidikan kepolisian di PTIK Dikreg 45 tahun 2006 dan Sespimmen Dikreg 55 tahun 2015.

Kompetensinya di bidang kepolisian perairan diperkuat melalui berbagai pendidikan kejuruan, di antaranya Daspa Polair pada tahun 1999 dan Sekolah Ahli Nautika pada tahun 2001.

Pendidikan tersebut menjadi fondasi penting yang membentuk kemampuan serta pemahamannya terhadap dunia pelayaran dan pengamanan wilayah perairan.

Sebagian besar perjalanan kariernya memang tidak pernah jauh dari laut. Ia pernah menjabat sebagai Komandan Kapal Polisi Direktorat Polair Baharkam Polri pada periode 2004–2010.

Setelah itu, ia dipercaya menjadi Kasi Patroli dan Pengawalan Satuan Patroli Nusantara pada 2010–2014, serta Kasi Perencanaan dan Pengendalian Operasional Ditpolair Baharkam Polri pada 2016–2017.

Pengabdiannya di Maluku Utara dimulai ketika menjabat Kapolres Tidore Kepulauan pada 2017–2018, kemudian Kapolres Ternate pada 2018–2020.

Kariernya berlanjut sebagai Wakil Direktur Polairud Polda DIY pada 2020–2024 sebelum akhirnya kembali ke Maluku Utara sebagai Dirpolairud Polda Malut sejak 2025 hingga sekarang.

Baca juga:
🔗 Maluku Utara: Dari Jejak Rempah hingga Harmoni Kehidupan di Timur Nusantara

Polisi Bukan Sekadar Profesi

Dalam berbagai kesempatan, Azhari kerap menekankan bahwa menjadi polisi bukan hanya soal pangkat, jabatan, maupun seragam yang dikenakan.

Menurutnya, profesi kepolisian adalah panggilan jiwa untuk melindungi, melayani, dan membantu masyarakat dalam berbagai situasi.

“Lebih dari itu, polisi adalah tentang jiwa dan naluri. Jiwa untuk melindungi dan melayani, untuk selalu hadir membantu serta menolong masyarakat. Hadir bukan sekadar hadir, tetapi hadir yang bermakna dan bermanfaat,” ungkapnya.

Prinsip tersebut menjadi pedoman yang terus ia tanamkan kepada seluruh anggota yang bertugas di lapangan.

Baginya, kepercayaan masyarakat tidak dibangun melalui pencitraan, melainkan melalui tindakan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ia juga berpesan kepada para anggota agar selalu menempatkan masyarakat sebagai prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Jadilah polisi yang mencintai masyarakat sebagai tindakan nyata, bukan sekadar berharap dicintai masyarakat sebagai hasil,” pesannya.

Menjaga Harapan di Tengah Gelombang

Pengalaman panjang bertugas di wilayah kepulauan membuat Azhari memahami bahwa laut tidak hanya menawarkan keindahan, tetapi juga menyimpan berbagai risiko.

Cuaca yang cepat berubah, jarak antarpulau yang jauh, serta tingginya aktivitas pelayaran masyarakat menjadi tantangan yang harus dihadapi setiap hari oleh personel Polairud.

Berbagai insiden kecelakaan laut yang pernah terjadi, termasuk kasus kapal karam yang sempat menjadi perhatian publik, menunjukkan betapa pentingnya kesiapsiagaan aparat dalam memberikan pertolongan dan memastikan keselamatan masyarakat.

Di sinilah peran Polairud menjadi sangat penting. Tidak hanya sebagai penegak hukum di wilayah perairan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam operasi kemanusiaan, pencarian dan penyelamatan, serta penjaga keselamatan masyarakat pesisir.

Memasuki Hari Bhayangkara ke-80, perjalanan pengabdian Kombes Pol Azhari Juanda menjadi gambaran bahwa tugas kepolisian sejatinya adalah tentang kehadiran yang memberi manfaat.

Selama 27 tahun mengabdi, ia terus menempatkan pelayanan kepada masyarakat sebagai prioritas utama.

Di tengah luasnya perairan Nusantara dan tantangan wilayah kepulauan, semangat pengabdian itu tetap menyala, menjadi bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *