Ketika mendengar institusi Kepolisian Republik Indonesia, masyarakat umumnya lebih akrab dengan istilah Polda, Polres, atau Polsek.
Ketiga satuan tersebut memang paling sering bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Namun, di balik pengamanan wilayah pesisir, laut, dan perairan, terdapat satu korps yang bekerja jauh dari sorotan, yakni Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud).
Di lingkungan Polda Bali, satuan ini menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan wilayah laut yang mengelilingi Pulau Dewata.
Sebagian besar tugasnya berlangsung tanpa sorotan publik. Mereka bekerja dalam senyap namun memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan perairan, melindungi ekosistem laut, hingga mencegah berbagai tindak kejahatan lintas laut.
Salah satu sosok yang memimpin korps tersebut adalah Kombes Pol. Nurodin, S.I.K., M.H., yang sejak tahun 2024 menjabat sebagai Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Bali.
Selama memimpin lebih dari 200 personel, gaya kepemimpinannya dikenal tidak banyak mencari panggung. Ia lebih memilih membangun ritme kerja yang solid, memberi kepercayaan kepada anggotanya, serta turun langsung ketika dibutuhkan.
Baginya, kepemimpinan bukan hanya tentang memberi perintah, tetapi juga memahami situasi dan mampu menempatkan diri sesuai kebutuhan organisasi. Pendekatan tersebut membuat roda organisasi berjalan dengan harmonis dan efektif.
Baca juga:
🔗 Kerja Sunyi di Laut, Cerita Hangat di Rumah
Perjalanan karier Kombes Pol. Nurodin di Korps Polairud telah membawanya mengemban tugas di berbagai daerah dengan karakter masyarakat, budaya, dan kondisi geografis yang beragam.
Ia pernah bertugas di Aceh, Jambi, Lombok, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), hingga Bali. Beragam penugasan tersebut memperkaya pengalaman sekaligus membentuk kemampuannya dalam beradaptasi, memahami kearifan lokal, serta membangun pendekatan yang humanis dalam menjalankan tugas kepolisian.
Wilayah-wilayah tersebut memiliki nilai religius dan budaya yang sangat kuat. Pengalaman tersebut membentuk cara pandangnya bahwa seorang pemimpin harus mampu beradaptasi dengan lingkungan tempat ia bertugas.
Menurutnya, memahami budaya lokal menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi serta menciptakan pendekatan yang humanis kepada masyarakat.
Pengalaman di berbagai daerah membuatnya semakin matang dalam memimpin. Ia menilai setiap daerah memiliki tantangan dan kearifan lokal yang berbeda sehingga pendekatan yang digunakan pun tidak bisa disamaratakan.
Baca juga:
🔗 Belajar Memimpin dengan Cara Baru: Adaptasi KOMPOL I Nyoman Supartha Wiryadarma, S.H. sebagai Komandan Batalyon A Polda Bali
Di bawah kepemimpinannya, Ditpolairud Polda Bali tidak hanya menjalankan penegakan hukum, tetapi juga aktif menjaga kelestarian lingkungan laut.
Salah satu keberhasilan yang menyita perhatian publik terjadi pada Juni 2026 ketika Subdirektorat Penegakan Hukum Ditpolairud Polda Bali berhasil menggagalkan penyelundupan 21 ekor penyu hijau hidup di pesisir Kabupaten Buleleng.
Seluruh penyu berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup dan seorang pelaku diamankan untuk menjalani proses hukum.
Beberapa minggu setelah proses penyelamatan, penyu-penyu tersebut dilepasliarkan kembali ke habitatnya karena merupakan satwa yang dilindungi.
Di sisi lain, Bali memiliki nilai budaya yang khas. Di beberapa wilayah, penyu pernah menjadi bagian dari sarana upacara adat.
Kondisi tersebut memerlukan pendekatan yang bijaksana melalui edukasi dan pemahaman bersama agar pelestarian satwa tetap berjalan seiring dengan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan spiritual masyarakat Bali.
Selain penegakan hukum, Ditpolairud Polda Bali juga aktif menggandeng komunitas lingkungan dalam berbagai kegiatan konservasi, termasuk budidaya dan rehabilitasi terumbu karang.
Program-program tersebut tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan terus dipantau agar memberikan manfaat nyata bagi ekosistem laut Bali.
Bagi Nurodin, bekerja dengan penuh keikhlasan merupakan bagian dari pengabdian kepada institusi, masyarakat, dan Tuhan Yang Maha Esa. Nilai tersebut menjadi sumber semangatnya dalam menjalankan amanah sebagai anggota Polri.
Baca juga:
🔗 Di bawah langit yang sama, dua dunia melaju dengan ritme berbeda
Dalam organisasi Polri, mutasi merupakan bagian dari dinamika pembinaan karier. Melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1335 hingga ST/1341/VI/KEP./2026 yang diterbitkan pada 25 Juni 2026, jabatan Direktur Kepolisian Perairan dan Udara Polda Bali resmi berganti dari Kombes Pol. Nurodin kepada Kombes Pol. Bambang Wiriawan.
Pergantian jabatan merupakan hal yang lazim dalam tubuh Polri. Namun, setiap pemimpin selalu meninggalkan jejak pengabdian yang menjadi fondasi bagi penerusnya.
Bagi banyak personel Ditpolairud Polda Bali, kepemimpinan Kombes Pol. Nurodin bukan hanya dikenang melalui berbagai keberhasilan operasi penegakan hukum, tetapi juga melalui budaya kerja yang disiplin, adaptif, dan berorientasi pada pengabdian yang tulus.
Di balik hiruk-pikuk pariwisata Bali, ada para penjaga laut yang bekerja tanpa banyak sorotan.
Mereka menjaga perairan, melindungi kekayaan alam, serta memastikan laut Bali tetap aman bagi masyarakat, nelayan, wisatawan, dan generasi mendatang. Di sanalah jejak kepemimpinan yang bekerja dalam diam akan selalu meninggalkan makna.