Festival Layangan Bali #5 Tahun 2026: Merawat Tradisi, Menyatukan Kreativitas di Langit Pulau Dewata

Masyarakat Bali memainkan layangan sebagai bagian dari tradisi budaya.
Tradisi bermain layangan di Bali telah berlangsung sejak lama dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. (Foto: Amatjaya)

Musim layangan kembali menghiasi langit Pulau Dewata. Memasuki pertengahan tahun, angin yang bertiup kencang menjadi pertanda dimulainya musim layangan, sebuah tradisi yang telah hidup dan diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Bali.

Di berbagai desa hingga kawasan pesisir, langit dipenuhi beragam bentuk dan warna layangan yang diterbangkan oleh anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

Bagi masyarakat Bali, layangan bukan sekadar permainan atau hiburan. Layangan merupakan bagian dari identitas budaya yang sarat nilai kebersamaan, kreativitas, sportivitas, serta penghormatan terhadap tradisi.

Tak heran jika setiap tahunnya berbagai festival dan kompetisi layangan selalu menjadi agenda yang dinantikan oleh para seniman layangan maupun masyarakat luas.

Salah satu kegiatan yang kembali hadir tahun ini adalah Festival Layangan Bali (FLB) #5 Tahun 2026 dengan tema “Yadnya Cakra – Kreativitas Tiada Henti”, yang diselenggarakan oleh Komunitas Seni Layangan Bali.

Festival ini akan berlangsung pada 18–19 Juli 2026 di Pantai Mertasari, Sanur, Bali, dan diperkirakan akan diikuti oleh berbagai komunitas layangan dari seluruh Bali.

Baca juga:
πŸ”— Tradisi Layangan Bali dan Rare Angon Festival 2025

Merawat Warisan Budaya Lewat Festival Layangan

Tradisi bermain layangan di Bali telah berlangsung sejak lama dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.

Pada musim angin, warga di berbagai daerah memanfaatkan waktu untuk membuat, menghias, hingga menerbangkan layangan dengan berbagai ukuran dan bentuk.

Lebih dari sekadar perlombaan, festival layangan menjadi ruang pelestarian budaya yang mempertemukan para pecinta layangan dari berbagai kabupaten.

Setiap karya yang diterbangkan mencerminkan kreativitas para pembuatnya, mulai dari desain, keseimbangan, hingga kemampuan menerbangkan layangan di udara.

Melalui Festival Layangan Bali, tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur terus dijaga agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Generasi muda pun diajak untuk mengenal dan mencintai budaya lokal melalui aktivitas yang menyenangkan sekaligus bernilai edukatif.

Baca juga:
πŸ”— Menerbangkan Layangan Janggan: Sinergi Angin, Tradisi, dan Kerja Sama Tim

Ajang Kreativitas dan Sportivitas Para Seniman Layangan

Festival Layangan Bali #5 menjadi wadah bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam menciptakan karya seni yang mampu terbang dengan indah di langit Bali. Kreativitas menjadi salah satu unsur utama yang selalu ditampilkan dalam setiap festival.

Selain menjadi ajang unjuk kemampuan, festival ini juga mempererat hubungan antar komunitas layangan yang selama ini aktif menjaga eksistensi budaya tersebut.

Semangat persaudaraan, gotong royong, serta sportivitas menjadi nilai yang selalu dijunjung tinggi dalam setiap penyelenggaraan festival.

Pada tahun ini, para peserta akan memperebutkan Piala Gubernur Bali serta piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kreativitas mereka dalam melestarikan budaya layangan Bali.

Baca juga:
πŸ”— Langit Sanur Dipenuhi Layangan, Pertanda Musim Telah Tiba

Jadwal Pelaksanaan dan Pendaftaran

Festival Layangan Bali #5 Tahun 2026 akan diselenggarakan pada Sabtu–Minggu, 18–19 Juli 2026, bertempat di Pantai Mertasari, Sanur, Bali.

Pendaftaran peserta dibuka pada 8–12 Juli 2026 di Markas Balac Belega, mulai pukul 14.00 hingga 20.00 WITA. Informasi mengenai seri terbang, lokasi pendaftaran, serta ketentuan perlombaan dapat diakses melalui tautan resmi panitia.

Panitia juga membuka layanan informasi melalui WhatsApp 081 338 080 761. Mengingat jumlah peserta dibatasi, masyarakat maupun komunitas yang ingin berpartisipasi diimbau untuk segera melakukan pendaftaran sebelum kuota terpenuhi.

Melalui penyelenggaraan Festival Layangan Bali #5 Tahun 2026, diharapkan tradisi bermain layangan tidak hanya tetap lestari, tetapi juga semakin dikenal sebagai salah satu kekayaan budaya Bali yang mampu menyatukan masyarakat melalui kreativitas, seni, dan semangat kebersamaan.

Langit Bali pun kembali menjadi panggung indah yang menampilkan karya-karya terbaik anak bangsa sekaligus menjadi simbol bahwa warisan budaya akan terus hidup apabila dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *