DENPASAR, BALI — International Tourism Leaders’ Summit (ITLS) 2026 digelar pada Sabtu, 26 September 2026, di Bali Sunset Road Convention Center (BSCC), Bali.
Mengusung tema “Cross-Border Tourism Leaders’ Perspectives: Balancing Sustainability, Technology, and Human Experience,” kegiatan ini menjadi ruang pertemuan para pemimpin dan pemangku kepentingan pariwisata untuk membahas arah perkembangan industri pariwisata di tengah perubahan global.
Dalam pelaksanaannya, isu keberlanjutan, lingkungan, teknologi, serta pengalaman manusia menjadi bagian penting dalam melihat masa depan pariwisata Bali.
Perkembangan pariwisata tidak hanya diukur dari pertumbuhan jumlah wisatawan, tetapi juga bagaimana sektor ini dapat berkontribusi terhadap kualitas hidup, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, IHGMA DPD Bali turut memberikan International Tourism Leaders’ Summit (ITLS) Awards 2026 – IHGMA Circle of Excellence kepada sejumlah tokoh yang dinilai memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan pariwisata, lingkungan, pendidikan, budaya, serta pembangunan Bali.
Baca juga:
🔗 Ana Dewi: Meniti Karier Hospitality dengan Ambisi, Tantangan, dan Nilai Kehidupan
Salah satu penerima penghargaan adalah I Gusti Ngurah Jaya Negara, S.E., Wali Kota Denpasar, yang memperoleh penghargaan Circle of Excellence – Kepemimpinan Inspiratif dalam Pengembangan Kota Berkelanjutan.
Penghargaan juga diberikan kepada Anak Agung Gede Agung Wedhatama, pendiri Petani Muda Keren, sebagai Pemimpin Inovasi Teknologi & Agribisnis Berkelanjutan.
Penghargaan ini menyoroti peran inovasi dan teknologi dalam mendorong pengembangan sektor agribisnis yang berkelanjutan.
Di bidang pendidikan, Anak Agung Ketut Ngurah Astara, S.Sn., M.Pd., Kepala Sekolah/Pemimpin Pendidikan SMK Negeri 5 Denpasar, menerima penghargaan sebagai Pemimpin Pendidikan Vokasi Pariwisata.
Sementara itu, bidang penelitian dan pengembangan pariwisata diberikan kepada Prof. Ir. I Made Supartha Utama, M.S., Ph.D., Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana.
Aspek lingkungan juga mendapat perhatian dalam ITLS Awards 2026. I Wayan Aksara, Ketua Yayasan Bumi Kita Nuswantara, menerima penghargaan sebagai Aktivis Lingkungan & Pemimpin Keberlanjutan.
Penghargaan Wanita Inspiratif dalam Pariwisata & Kewirausahaan Berkelanjutan diberikan kepada Mulyati Gozali, pendiri Sababay Winery.
Sementara itu, I Wayan Winawan, pendiri sekaligus Ketua Ekosistem Hotels & Villas, menerima penghargaan sebagai Pemimpin Pariwisata Berkelanjutan.
Di sektor perhotelan, penghargaan Pemimpin Perhotelan Inspiratif diberikan kepada Dr. Gusti Kade Sutawa, S.E., M.M., M.B.A., yang juga merupakan Anggota Dewan Penasihat DPP IHGMA.
Baca juga:
🔗 Wayan Aksara: Menjaga Bali dari Hulu, Membangun Kesadaran Sampah dari Akar
Penghargaan Pemimpin Pariwisata Terkemuka diberikan kepada Dr. I Gede Arya Pering Arimbawa, S.E., S.Tr.Par., M.Si., M.Tr.Par., CHA., CHIA., Regional Director of Operations Archipelago International sekaligus Presiden/Ketua IHGMA.
Sementara itu, perhatian terhadap pelestarian budaya diwujudkan melalui penghargaan Pemimpin Warisan Budaya kepada Ir. I Gusti Ngurah Wisnu Wardana, Ketua Yayasan Tri Hita Karana.
Penghargaan khusus berupa Lifetime Achievement dalam Warisan Budaya Bali diberikan kepada Gusti Ayu Soli (Niang Soli), yang dikenal sebagai penjaga dan pelestari Legong Bapang Saba.
ITLS Awards 2026 – IHGMA Circle of Excellence menjadi bentuk apresiasi terhadap berbagai kontribusi yang hadir dari lintas bidang. Mulai dari pemerintahan, teknologi, agribisnis, pendidikan, penelitian, lingkungan, perhotelan hingga pelestarian budaya.
Di tengah perkembangan pariwisata Bali yang terus bergerak, keberlanjutan tidak hanya menjadi persoalan lingkungan.
Ia juga berkaitan dengan bagaimana teknologi dimanfaatkan, bagaimana sumber daya manusia dipersiapkan, bagaimana masyarakat memperoleh manfaat ekonomi, serta bagaimana identitas dan budaya Bali tetap terjaga.
Melalui ITLS 2026, perspektif para pemimpin pariwisata kembali diarahkan pada satu pertanyaan penting, bagaimana pariwisata dapat terus tumbuh tanpa kehilangan keseimbangan antara lingkungan, teknologi, ekonomi, budaya, dan pengalaman manusia.