Pangdam XXII/Tambun Bungai dan Gubernur Kalteng Ikuti Kuliner Merah Putih serta Tanam Pohon di Tumbang Nusa

Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin bersama Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran mengikuti kegiatan Kuliner Merah Putih bersama Bobon Santoso.
Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., bersama Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran, S.Ikom., mengikuti Kuliner Merah Putih bersama Bobon Santoso. (Foto: Dokumentasi)

PULANG PISAU, KALTENG — Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah tidak hanya dilakukan melalui pemadaman api, tetapi juga melalui aksi kepedulian sosial dan pemulihan lingkungan.

Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan Kuliner Merah Putih bersama Bobon Santoso dan penanaman pohon di kawasan terdampak karhutla, dekat Posko Karhutla Camp Peat, Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., bersama Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran, S.Ikom. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan terhadap upaya penanganan karhutla sekaligus penguatan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam XXII/Tambun Bungai menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Kalimantan Tengah atas dukungan dan kebersamaan dalam penanggulangan karhutla di wilayah tersebut.

Pangdam juga mengapresiasi kontribusi Bobon Santoso yang menyiapkan hingga 4.000 porsi makanan setiap hari bagi para relawan dan masyarakat terdampak.

Menurutnya, dukungan berupa penyediaan makanan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menjaga semangat para relawan yang terus bekerja di lapangan dalam menghadapi karhutla.

Baca juga:
🔗Pangdam XXII/TB Tingkatkan Operasi Pemadaman Karhutla di Kalampangan, Prajurit Terus Berjuang Padamkan Api

Penanaman Pohon untuk Memulihkan Lingkungan

Selain kegiatan kuliner, penanaman pohon dilakukan di area yang terdampak karhutla sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memulihkan kawasan yang mengalami kerusakan akibat kebakaran.

Pangdam berharap kegiatan tersebut dapat mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga alam dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Salah satu upaya penting yang perlu terus dilakukan adalah menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara membakar yang berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan serta mengancam kehidupan masyarakat.

Menurutnya, menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas di lapangan, melainkan juga membutuhkan kesadaran serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Baca juga:
🔗 Pangdam XXII/Tambun Bungai Dampingi Menkes RI Tinjau Fasilitas Kesehatan di Palangka Raya

Menanam Kebaikan untuk Generasi Mendatang

Dalam pesannya, Pangdam turut mengutip hadis yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari mengenai anjuran menanam pohon, bahkan ketika kiamat telah tiba. Pesan tersebut mengandung nilai tentang pentingnya terus berbuat baik dan memberikan manfaat bagi kehidupan, tanpa harus menunggu keadaan menjadi ideal.

Nilai tersebut sejalan dengan semangat pelestarian lingkungan, bahwa setiap langkah kecil untuk menjaga dan memulihkan alam memiliki arti bagi keberlangsungan hidup manusia.

Melalui kegiatan Kuliner Merah Putih dan penanaman pohon di Tumbang Nusa, diharapkan tumbuh semangat kebersamaan dalam menghadapi karhutla, membantu masyarakat terdampak, serta menjaga kelestarian lingkungan Kalimantan Tengah.

Upaya penanggulangan karhutla pada akhirnya tidak hanya tentang memadamkan api yang membakar lahan, tetapi juga membangun kesadaran bersama agar kerusakan serupa tidak terus berulang dan lingkungan tetap terjaga bagi generasi mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *