PALANGKA RAYA – Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., mendampingi Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin dalam kunjungan kerja untuk meninjau sejumlah fasilitas kesehatan di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran, S.I.Kom., Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah dr. Linae Victoria Aden, M.M., M.Kes., serta jajaran TNI-Polri dan unsur terkait lainnya.
Kehadiran Pangdam XXII/Tambun Bungai dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan TNI terhadap upaya pemerintah dalam melindungi kesehatan masyarakat, terutama di tengah memburuknya kualitas udara di Palangka Raya akibat kabut asap yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Baca juga:
🔗 Sesuai Petunjuk Pangdam XXII/TB, Tim Damkar 46 Terus Bergerak Padamkan Karhutla di Kalampangan
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Pangdam XXII/Tambun Bungai bersama Menkes RI dan jajaran pemerintah daerah meninjau sejumlah fasilitas penyedia oksigen bagi masyarakat.
Peninjauan dimulai di Rumah Oksigen yang berada di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bundaran Besar Palangka Raya pada pukul 13.40 WIB.
Selanjutnya, rombongan meninjau Rumah Oksigen Berjalan pada pukul 13.55 WIB, kemudian melanjutkan kunjungan ke Rumah Oksigen di Posyandu Jalan Katamso pada pukul 14.00 WIB.
Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan fasilitas pendukung kesehatan dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap akibat karhutla.
Keberadaan fasilitas tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan dalam menyediakan akses terhadap oksigen bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan instansi terkait, diharapkan upaya perlindungan kesehatan masyarakat di Kalimantan Tengah dapat berjalan optimal, khususnya selama kondisi kualitas udara memburuk akibat karhutla.
Kolaborasi lintas sektor ini juga menjadi bagian dari upaya penanganan dampak karhutla yang tidak hanya berfokus pada pemadaman kebakaran, tetapi juga pada perlindungan kesehatan masyarakat yang terdampak kabut asap.