Di Tengah Antrean BBM Bali, Aiptu Karya Tetap Berdiri Menjaga Keamanan

Aiptu Karya, anggota Polsek Denpasar Selatan, bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di SPBU kawasan Sanur saat terjadi kelangkaan BBM di Bali.
Aiptu Karya, anggota Polsek Denpasar Selatan, bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di SPBU kawasan Sanur di tengah kelangkaan BBM di Bali. (Foto: Dokumentasi)

DENPASAR, BALI – Di tengah antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali, ada sosok polisi yang terus berjaga untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Salah satunya adalah Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) Karya, anggota Polsek Denpasar Selatan yang bertugas mengamankan situasi di SPBU kawasan Sanur.

Pada Jumat (16/10/2026) sore, sekitar pukul 18.00 WITA, Karya masih terlihat bersiaga di lokasi. Wajahnya menunjukkan kelelahan setelah beberapa hari bertugas mengawasi situasi antrean BBM yang menyita waktu dan tenaga.

Kelopak matanya tampak menghitam. Di tengah kondisi fisik yang lelah, ia tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Berjaga Berhari-hari di Tengah Antrean BBM

Karya bercerita bahwa dirinya telah berjaga selama beberapa hari seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di SPBU. Perubahan jam operasional SPBU yang sebelumnya tutup sekitar pukul 01.00 dini hari menjadi beroperasi selama 24 jam turut membuatnya harus bersiaga lebih lama di lokasi.

Saat berbincang pada Jumat sore, sebuah mobil tangki sedang mengisi persediaan BBM di SPBU tersebut. Namun, Pertalite dan Pertamax masih kosong sehingga masyarakat harus menunggu kedatangan pasokan berikutnya.

Karya mengaku telah berulang kali menyampaikan kondisi tersebut kepada masyarakat yang datang untuk mengisi bahan bakar.

Baca juga:
🔗 Antrean BBM di Bali, Warga Denpasar Pilih Bersepeda ke Tempat Kerja

“Saya sudah sampaikan, Pak, Pertalite dan Pertamax belum datang. Belum tahu kapan datangnya,” demikian penjelasan Karya mengenai situasi yang dihadapinya saat bertugas.

Meski telah mendapatkan penjelasan, sejumlah warga tetap bertahan di luar area SPBU. Mereka rela menunggu sejak sekitar pukul 13.00 WITA, berharap bisa mendapatkan bahan bakar ketika pasokan tersedia kembali.

Situasi ini memperlihatkan bagaimana antrean BBM tidak hanya menjadi persoalan bagi masyarakat yang membutuhkan bahan bakar, tetapi juga menjadi tantangan bagi petugas yang harus menjaga ketertiban di tengah ketidakpastian.

Pengabdian di Tengah Kelelahan

Di balik seragam yang dikenakannya, Karya juga seorang manusia yang memiliki batas tenaga, waktu istirahat, dan keluarga yang menantikan kepulangannya.

Ia mengungkapkan bahwa masa pensiunnya masih sekitar lima tahun lagi. Meski demikian, ia tetap menjalankan tugasnya di tengah situasi yang tidak mudah.

Bagi Karya, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab yang harus dijalankan.

Ketika masyarakat membutuhkan kepastian dan situasi berpotensi menimbulkan ketegangan, kehadiran petugas di lapangan menjadi penting untuk membantu menjaga keadaan tetap terkendali.

Kisah Karya menjadi gambaran kecil tentang pengabdian anggota kepolisian yang bekerja di tengah masyarakat.

Di saat sebagian warga menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM, petugas kepolisian juga harus mengorbankan waktu, tenaga, dan kesempatan beristirahat demi memastikan situasi tetap aman.

Kelelahan yang terlihat di wajahnya menjadi pengingat bahwa di balik tugas menjaga keamanan, ada manusia yang terus berusaha menjalankan tanggung jawabnya sebaik mungkin.

Baca juga:
🔗 Antrean BBM Berdampak pada Aktivitas Sekolah, Siswa di Denpasar Jalani Pembelajaran Daring

Sistem Ganjil Genap Mulai Diberlakukan

Untuk menyikapi antrean BBM di Bali, penanganan dengan sistem ganjil genap mulai diberlakukan pada 18 hingga 19 Oktober 2026.

Kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah untuk mengatur antrean kendaraan di SPBU wilayah Bali di tengah kondisi yang membuat masyarakat harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan bahan bakar.

Sementara itu, berdasarkan pengamatan di SPBU Jalan Uluwatu, antrean kendaraan terlihat tidak lagi mengular seperti beberapa hari sebelumnya. Kondisi ini berbeda dari situasi sebelumnya yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial.

Masyarakat berharap situasi pasokan BBM di Bali segera kembali normal sehingga aktivitas sehari-hari dapat berjalan lancar tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengantre.

Di tengah harapan tersebut, kisah Aiptu Karya mengingatkan bahwa di balik situasi krisis, ada banyak orang yang tetap bekerja dalam diam.

Mereka hadir di lapangan, menghadapi kelelahan, dan menjalankan tanggung jawabnya agar kehidupan masyarakat tetap berjalan dengan aman dan tertib.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *