Antrean Panjang Warnai SPBU di Kuta Selatan: Warga Resah, Pasokan BBM Diduga Menipis

Antrean kendaraan memanjang di SPBU kawasan Kuta Selatan, Jimbaran, pada malam hari.
Antrean panjang terlihat di salah satu SPBU kawasan Kuta Selatan, Jimbaran, pada malam hari (Foto: Amatjaya)

Antrean Kendaraan Mengular dari Siang hingga Malam

Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat di wilayah Kuta Selatan dihadapkan pada antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Situasi ini terjadi sejak siang hingga malam hari, dengan antrean kendaraan yang meluber hingga ke badan jalan.

Kondisi tersebut terutama terlihat pada pembelian bahan bakar jenis Pertamax, yang disebut-sebut mulai sulit didapat.

Di beberapa lokasi, SPBU bahkan tampak kosong karena kehabisan stok BBM dan harus menunggu pasokan datang.

Pemandangan ini menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat mengenai apa yang sebenarnya terjadi dalam rantai distribusi bahan bakar di wilayah ini.

Baca juga:
🔗 Gas Melon Tidak Langka, Tapi Harga Tembus Rp33 Ribu di Ungasan, Bali

Pengalaman Warga yang Kesulitan Mendapatkan BBM

Salah satu warga, Hendra, menceritakan pengalamannya saat hendak mengisi bahan bakar pada malam hari.

Ia terpaksa berkeliling ke beberapa SPBU di sekitar Jimbaran, namun antrean panjang membuatnya sulit mendapatkan BBM.

“Hampir semua penuh antrean. Saya sudah mau pulang karena capek keliling, tapi akhirnya ikut antre juga. Yang penting bisa isi penuh, takut besok makin parah,” ujarnya.

Beberapa pengendara lain yang ditemui di lokasi juga mengungkapkan kekhawatiran yang sama.

Mereka mengaku fenomena antrean panjang ini baru terjadi dalam beberapa hari terakhir, dan belum pernah terjadi sebelumnya dengan intensitas seperti sekarang.

Penyebab Belum Jelas, Warga Hanya Bisa Menunggu

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab kelangkaan pasokan ini.

Tidak sedikit warga yang berspekulasi bahwa kondisi tersebut mungkin terkait dugaan kenaikan harga atau keterlambatan distribusi BBM.

Namun tanpa informasi yang jelas, masyarakat hanya bisa menunggu sambil berharap situasi segera kembali normal.

Bagi sebagian warga yang bergantung pada kendaraan untuk bekerja, kondisi ini jelas menambah beban.

“Setiap hari saya harus antar-jemput barang. Kalau antre begini terus, kerjaan bisa terganggu,” keluh seorang pengemudi ojek daring yang enggan disebut namanya.

Harapan agar Distribusi Kembali Stabil

Masyarakat berharap pemerintah dan pihak Pertamina dapat segera memberikan penjelasan sekaligus memastikan ketersediaan pasokan BBM di Kuta Selatan.

Stabilitas distribusi BBM menjadi hal penting demi kelancaran aktivitas masyarakat sehari-hari, terutama di daerah pariwisata yang mobilitasnya tinggi seperti Jimbaran, Ungasan, hingga Nusa Dua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *