DENPASAR — Dalam upaya memperkuat keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat adat, Babinsa Kelurahan Renon, Koptu Gede Joni, memberikan pembinaan, pembekalan, dan pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) kepada Pecalang, Bakamda, dan petugas Siskamling Desa Adat Renon, Senin (12/10/2026).
Kegiatan berlangsung di Wantilan Desa Adat Renon, Jalan Tukad Balian, Gang Pura Dalem, Kelurahan Renon, Denpasar Selatan.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program kerja Prajuru Desa Adat Renon untuk meningkatkan kesiapan dan kemampuan petugas keamanan adat dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah desa beserta staf, perwakilan Polresta Denpasar, jajaran Polsek Denpasar Selatan, Bendesa Adat Renon, Bhabinkamtibmas, serta sejumlah elemen masyarakat setempat.
Pembekalan dan pelatihan PBB dipimpin langsung oleh Babinsa Kelurahan Renon, Koptu Gede Joni, dengan didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Renon.
Materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada kedisiplinan dan keterampilan baris-berbaris, tetapi juga mencakup pengaturan lalu lintas, tata cara pengamanan kegiatan adat, penanggulangan bencana, serta pemahaman terhadap ketentuan hukum yang berlaku.
Pembekalan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan Pecalang, Bakamda, dan petugas Siskamling dalam menghadapi berbagai situasi yang membutuhkan keterlibatan mereka, baik dalam kegiatan adat maupun menjaga keamanan lingkungan sehari-hari.
Baca juga:
🔗 Hati-Hati, Ada Upacara Adat: Menyelami Keseharian Bali yang Sarat Makna
Koptu Gede Joni mengatakan, kegiatan pembinaan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan, wawasan, dan pengetahuan para petugas keamanan adat agar mampu menjalankan tugas secara tertib dan bertanggung jawab.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan, wawasan, dan pengetahuan para Pecalang dan Bakamda agar mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Desa Adat Renon. Dengan bekal keterampilan dan pemahaman yang memadai, diharapkan mereka dapat bertindak secara profesional, tertib, dan bijaksana di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kemampuan dasar dan pemahaman tugas yang baik menjadi bekal penting bagi petugas keamanan adat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk ketika membantu pengamanan upacara adat dan kegiatan yang melibatkan banyak orang.
Kegiatan pembinaan berlangsung dengan lancar dan diikuti para peserta dengan penuh semangat.
Kehadiran unsur TNI, Polri, perangkat desa, dan prajuru adat mencerminkan pentingnya kerja sama dalam menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah Desa Adat Renon.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Sinergi antara aparat kewilayahan dan masyarakat adat menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif, sekaligus mendukung kelancaran berbagai aktivitas masyarakat di Kelurahan Renon, Denpasar Selatan.