Pulau Bali tahun ini harus rela turun dari takhta sebagai Pulau Terbaik di Asia, menurut survei terbaru yang dilakukan oleh majalah asal Amerika Serikat, Conde Nast Traveler.
Pada 7 Oktober 2025, majalah tersebut merilis daftar penghargaan Best Islands in Asia 2025 yang melibatkan lebih dari 757.000 pembaca.
Mereka menilai berbagai destinasi berdasarkan pengalaman perjalanan, keindahan alam, fasilitas hotel dan resor, hingga aspek budaya dan pelayanan wisata.
Berdasarkan hasil survei tersebut, Pulau Phu Quoc di Vietnam berhasil menempati posisi pertama dengan skor 95,51 poin, meningkat 0,15 poin dibanding tahun sebelumnya.
Pulau ini dikenal dengan pantainya yang tenang, laut biru jernih, serta pengelolaan pariwisata yang mulai menyeimbangkan antara alam dan modernitas.
Berikut daftar lengkap 10 Pulau Terindah di Asia 2025 versi Conde Nast Traveler:
Dengan skor 89,84 poin, Bali kini berada di peringkat keenam, turun dari posisi yang biasanya selalu berada di tiga besar. Meski demikian, keindahan dan daya tarik Pulau Dewata tetap tak tergantikan di hati banyak wisatawan.
Namun, penurunan peringkat ini mencerminkan sejumlah persoalan yang kerap dikeluhkan wisatawan, seperti kemacetan di kawasan wisata populer, sampah yang menumpuk di pantai, serta polusi udara dari kendaraan bermotor.
Padahal, perpaduan tradisi Hindu-Bali dengan keindahan alam selama ini menjadi kekuatan utama yang membuat Bali begitu memikat.
Kekayaan budaya, ritual yang hidup dalam keseharian masyarakat, dan alam yang penuh makna spiritual adalah warisan berharga yang selama ini menjadi jiwa pulau tersebut.
Baca juga:
🔗 Hening Seperti Gunung Agung: Menggenggam Kekuatan Dalam Diam
Turunnya peringkat ini seharusnya menjadi cermin dan pelajaran berharga. Bali perlu menata kembali arah pembangunan dengan menjaga keseimbangan antara kemajuan pariwisata dan kelestarian lingkungan serta budaya lokal.
Selama ini, masyarakat Bali dikenal kuat memegang nilai-nilai tradisi dan spiritualitas yang berpijak pada konsep Tri Hita Karana, keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan. Nilai inilah yang seharusnya menjadi fondasi utama pembangunan di masa depan.
Bali mungkin tidak lagi menjadi yang “terindah” di atas kertas survei, tetapi selama masyarakatnya tetap menjaga harmoni dan kearifan leluhur, pulau ini akan selalu menjadi tempat paling istimewa di hati banyak orang.