Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi di Bali hingga Jumat, 16 Januari 2025

Hujan deras mengguyur kawasan Kuta Selatan, khususnya Jimbaran dan Ungasan, dalam beberapa hari terakhir.
Dalam beberapa hari terakhir, hujan hampir tak henti mengguyur kawasan Kuta Selatan, khususnya Jimbaran dan Ungasan. (Foto: Ilustrasi)

Bali masih berpotensi mengalami cuaca ekstrem hingga hari ini, Jumat (16/1/2025). Kondisi tersebut dipicu oleh terdeteksinya bibit Siklon Tropis 96S di wilayah selatan Nusa Tenggara Barat (NTB) oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Keberadaan bibit siklon ini memberikan dampak tidak langsung terhadap pola cuaca di Bali, terutama berupa peningkatan curah hujan, angin kencang, serta potensi petir.

BMKG memperkirakan kondisi cuaca ekstrem ini masih akan berlangsung hingga Jumat. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat dan ekstrem.

Baca juga:
๐Ÿ”— BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Bali, Waspada Periode 11โ€“18 Desember 2025

Bibit Siklon Tropis 96S dan Dampaknya bagi Bali

Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, menjelaskan bahwa bibit Siklon Tropis 96S mulai terdeteksi pada Selasa, 14 Januari 2025, sekitar pukul 14.00 WITA.

Bibit siklon tersebut berada di perairan selatan NTB dan memengaruhi sistem atmosfer di sekitarnya, termasuk wilayah Bali.

โ€œBibit siklon tropis ini terdeteksi sejak 14 Januari 2025 pukul 14.00 WITA,โ€ ujar Cahyo Nugroho, seperti dikutip dari Antara.

Dampak tidak langsung yang dirasakan antara lain meningkatnya pertumbuhan awan hujan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, serta angin kencang di sejumlah wilayah.

Selain itu, potensi gelombang tinggi di perairan sekitar Bali juga perlu diwaspadai, terutama oleh nelayan dan pelaku aktivitas kelautan.

BMKG terus memantau perkembangan sistem cuaca ini dan akan menyampaikan pembaruan informasi secara berkala kepada masyarakat.

Hujan Lebat dan Angin Kencang di Bali Selatan

Dampak cuaca ekstrem tersebut telah dirasakan warga, khususnya di wilayah Bali selatan. Pada Rabu sore, hujan dengan intensitas cukup tinggi melanda kawasan Ungasan, Jimbaran, dan sekitarnya.

Hingga Kamis sore, kondisi cuaca di wilayah ini masih didominasi hujan yang disertai petir dan angin kencang.

Sejumlah warga mengaku aktivitas sehari-hari terganggu akibat cuaca yang belum membaik. Jalanan licin, jarak pandang terbatas, serta hembusan angin kencang menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi pengguna sepeda motor dan kendaraan roda dua.

Baca juga:
๐Ÿ”— Banjir Melanda Bali

Warga Diimbau Waspada, Keselamatan Jadi Prioritas

Dalam kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan aktivitas dengan situasi cuaca.

Pengendara sepeda motor diminta lebih berhati-hati, mengurangi kecepatan, serta menghindari berteduh di bawah pohon, baliho, atau bangunan yang berpotensi roboh.

Salah satu warga Ungasan, Ayu, yang bekerja di kawasan Jimbaran, menceritakan pengalamannya harus berangkat dan pulang kerja di tengah hujan yang kerap disertai angin kencang dalam beberapa hari terakhir.

Pada Rabu sore, 15 Januari 2025, ia memilih menunda kepulangannya karena kondisi cuaca yang dinilai masih berisiko. Ayu memutuskan untuk berteduh sementara di kantor hingga cuaca dirasa lebih aman.

โ€œAngin dan hujannya cukup kencang, jadi saya menunggu sampai agak reda,โ€ ujarnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dari sumber resmi dan menghindari aktivitas luar ruang yang berisiko selama potensi cuaca ekstrem masih berlangsung.

Keselamatan diri dan keluarga diharapkan menjadi prioritas utama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *