GWK Cultural Park Tiadakan Pesta Kembang Api Malam Tahun Baru 2026

GWK Cultural Park meniadakan pesta kembang api pada perayaan Tahun Baru 2026.
GWK Cultural Park meniadakan pesta kembang api dalam perayaan pergantian Tahun Baru yang akan digelar pada 31 Desember 2025. (Foto: Moonstar)

Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park selama ini identik dengan perayaan pergantian tahun yang meriah. Atraksi kembang api yang menghiasi langit Bali Selatan kerap menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kilauan cahaya tersebut memperindah siluet Patung Garuda Wisnu Kencana, yang tercatat sebagai patung tertinggi keempat di dunia dan masuk dalam jajaran 10 patung tertinggi global.

Namun, suasana berbeda akan terasa pada perayaan GWK Bali Countdown 2026. Manajemen GWK Cultural Park resmi meniadakan pesta kembang api dalam perayaan pergantian Tahun Baru yang akan digelar pada 31 Desember 2025.

Kebijakan tersebut sejalan dengan keputusan nasional terkait peniadaan penyalaan kembang api dalam perayaan Tahun Baru 2026, sebagai bentuk empati terhadap duka yang tengah melanda Tanah Air.

Baca juga:
🔗 Bali dan Laju Pertumbuhan Pariwisata: Antara Kemajuan dan Teguran Alam

Sejalan Kebijakan Nasional dan Instruksi Kapolri

Manajemen GWK Cultural Park menjelaskan bahwa peniadaan kembang api dilakukan karena tidak adanya izin penyelenggaraan, menyusul kebijakan nasional yang melarang pesta kembang api pada perayaan Tahun Baru 2026.

“Sehubungan dengan adanya peniadaan acara kembang api secara nasional untuk perayaan Tahun Baru yang berdampak pada izin penyelenggaraan kembang api, maka dengan berat hati kami meniadakan pertunjukan kembang api di acara GWK Bali Countdown 2026,” jelas manajemen GWK Cultural Park dalam keterangan tertulis kepada awak media, Senin (29/12/2025).

Larangan tersebut juga ditegaskan oleh Polresta Denpasar, yang memastikan tidak akan mengeluarkan izin pesta kembang api pada malam puncak pergantian Tahun Baru 2026, Rabu (31/12/2025).

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, yang diambil sebagai bentuk empati dan solidaritas atas duka nasional akibat bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra.

Baca juga:
🔗 Banjir Bali: Pemerintah Tetapkan Status Tanggap Darurat, BMKG Prediksi Musim Hujan Datang Lebih Awal

Diawali Doa Bersama, Laser Show Jadi Pengganti Kembang Api

Meski tanpa pesta kembang api, manajemen GWK memastikan seluruh rangkaian acara pergantian tahun tetap berjalan sesuai rencana.

Perayaan akan diawali dengan doa bersama, sebagai simbol penghormatan dan solidaritas kepada para korban bencana alam.

“Seluruh rangkaian acara pergantian tahun akan dilaksanakan sesuai rencana, diawali dengan memanjatkan doa bersama,” lanjut manajemen GWK.

Sebagai pengganti kemeriahan kembang api, GWK Cultural Park menghadirkan pertunjukan Musical Laser Show.

Atraksi ini memadukan permainan cahaya laser, visual artistik, dan musik yang dirancang untuk tetap menghadirkan suasana perayaan yang khidmat sekaligus menghibur.

Manajemen berharap, konsep perayaan ini dapat memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung, tidak sekadar merayakan pergantian tahun, tetapi juga menjadi momen refleksi, kepedulian, dan kebersamaan di tengah situasi duka nasional.

Perayaan Tahun Baru di kawasan Patung Garuda Wisnu Kencana tahun ini pun diharapkan menjadi simbol bahwa kemeriahan dapat berjalan beriringan dengan empati dan solidaritas sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *