Jembrana – Bali. Kemacetan panjang terjadi di kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, sejak beberapa hari terakhir.
Ribuan pemudik berdesakan untuk dapat segera menyeberang menuju Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi.
Lonjakan kendaraan yang datang secara bersamaan menyebabkan antrean panjang hingga puluhan kilometer dan membuat arus kendaraan bergerak sangat lambat.
Situasi ini membuat para pemudik harus menunggu berjam-jam di jalur antrean. Kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat memadati akses jalan menuju pelabuhan, bahkan kepadatan juga terjadi pada jalur utama yang mengarah ke wilayah Gilimanuk.
Baca juga:
🔗 Tradisi Makepung Balapan Kerbau Jembrana
Meningkatnya arus kendaraan menuju pelabuhan menjadi penyebab utama kemacetan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Banyaknya masyarakat yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa membuat antrean kendaraan semakin panjang hingga mencapai puluhan kilometer.
Kondisi tersebut membuat arus kendaraan di beberapa titik hampir tidak bergerak dalam waktu lama.
Sejumlah kendaraan terlihat berhenti berjam-jam menunggu giliran untuk masuk ke area pelabuhan. Kepadatan ini tidak hanya terjadi di sekitar pelabuhan, tetapi juga meluas hingga jalur penghubung dari berbagai daerah di Bali.
Cuaca panas yang cukup terik juga turut mempengaruhi kondisi para pemudik yang menunggu di tengah antrean.
Beberapa pengendara sepeda motor dilaporkan mengalami kelelahan bahkan sempat pingsan akibat terlalu lama berada di jalan dalam kondisi panas dan padat kendaraan.
Dalam situasi tersebut, Danyon C Pelopor KOMPOL I Nyoman Supartha Wiryadarma, S.H., selaku Kasubsatgas Pintu Masuk Bali, bersama jajarannya terus melaksanakan pengamanan serta pengaturan arus lalu lintas di lapangan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Ketupat Agung 2026 yang digelar guna memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik.
Petugas kepolisian terlihat aktif berjaga di sejumlah titik kemacetan guna membantu mengurai kepadatan kendaraan.
Pengaturan lalu lintas dilakukan secara intensif agar kendaraan tetap dapat bergerak secara bertahap menuju pelabuhan.
Selain itu, petugas juga berupaya mengantisipasi potensi kemacetan dari dua arah yang kerap terjadi akibat kendaraan yang mencoba menyerobot antrean.
Langkah pengawasan terus diperketat untuk menjaga ketertiban arus kendaraan serta menghindari terjadinya konflik antar pengendara.
Baca juga:
🔗 Peran Strategis Pasukan Pelopor dalam Menjawab Tantangan Zaman
Berdasarkan laporan situasi terbaru pada Senin, 16 Maret 2026, sejak pagi hari kondisi lalu lintas di jalur Jalur Denpasar–Gilimanuk dan Jalur Singaraja–Gilimanuk masih terpantau padat merayap, dengan antrean kendaraan yang mencapai puluhan kilometer menuju kawasan Pelabuhan Gilimanuk.
Meski demikian, para personel tetap disiagakan di sejumlah titik rawan kemacetan untuk membantu pengaturan arus kendaraan.
Petugas di lapangan terus berupaya mengurai kepadatan secara bertahap agar antrean kendaraan dapat bergerak lebih lancar.
Melalui pesan singkat kepada rekan-rekan media, pihak kepolisian juga menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat memberikan keterangan lebih lengkap.
Saat ini seluruh fokus petugas masih tertuju pada penanganan situasi di lapangan guna memastikan arus kendaraan tetap terkendali dan para pemudik dapat melanjutkan perjalanan dengan aman.