Membangun Hubungan Baik, Melampaui Jabatan dan Kepentingan

Hubungan baik yang tetap terjaga meski jabatan, tempat, dan kesibukan berubah.
Jabatan boleh berganti. Tempat boleh berpindah. Kesibukan boleh berubah. Tetapi hubungan baik, jika dijaga dengan tulus, tidak harus ikut pergi. (Foto: Dokumentasi)

Ada hubungan yang lahir karena pekerjaan, kemudian selesai ketika pekerjaan itu berakhir. Ada pula hubungan yang justru bertahan karena sejak awal dibangun tanpa menghitung kepentingan.

Bagi saya, abang ini bukan sekadar teman. Ia sudah seperti sahabat, bahkan saudara. Hubungan yang terbangun selama hampir sembilan tahun bukan karena jabatan, uang, atau kebutuhan tertentu. Kami hanya saling menghargai dan menjaga hubungan dengan cara masing-masing.

Bertemu di Masa yang Sama-Sama Berproses

Kami pertama kali mengenal ketika beliau menjabat sebagai Komandan Brimob di Bangka Belitung. Saat itu posisi kami sebenarnya sama-sama sedang memulai fase baru.

Saya seorang wartawan baru yang belum banyak dianggap oleh sebagian senior. Sementara beliau merupakan Komandan Brimob yang baru menjabat dan belum terlalu mendapat perhatian dari wartawan yang biasa bertugas di Polda.

Namun, justru dari situ sebuah hubungan mulai terbentuk. Salah satu kejadian yang paling saya ingat terjadi sekitar pukul 02.00 WIB.

Beliau menghubungi sejumlah wartawan untuk menyampaikan sebuah informasi. Saat itu, sebagian besar wartawan tidak aktif atau tidak merespons.

Menurut beliau, hanya saya yang siap datang. Sekitar pukul 03.00 WIB, saya sudah berada di lokasi.

Bagi saya, itu bukan sekadar soal mendapatkan berita. Ada kepercayaan yang mulai tumbuh dari sebuah kejadian sederhana: ketika ada informasi penting, saya hadir.

Setelah itu, beberapa kali beliau memberikan kesempatan kepada saya untuk mendapatkan berita eksklusif.

Salah satunya terkait pengungkapan kasus yang melibatkan cukong Pertamina. Bahkan, saya sempat diajak melakukan wawancara bersama.Dari pekerjaan, tumbuh kepercayaan. Dari kepercayaan, tumbuh hubungan yang lebih personal.

Jabatan Berubah, Hubungan Tetap Terjaga

Waktu kemudian membawa kami ke jalan masing-masing. Saya akhirnya diterima bekerja di salah satu media besar di Jakarta. Beliau juga terus menjalani perjalanan kariernya di kepolisian.

Meski jarak dan kesibukan berubah, komunikasi tetap berjalan. Tidak selalu intens, bahkan terkadang hanya sebatas ucapan atau kabar singkat.

Ketika beliau mendapat tugas di Mako Brimob Depok hingga menjalani pendidikan Sespim di Bandung, kami masih sempat bertemu ketika kebetulan berada di daerah yang sama.

Kemudian beliau dipercaya menjadi Komandan Brimob di Sulawesi Selatan. Saat saya berkunjung ke Makassar, hubungan yang terbangun selama bertahun-tahun kembali terasa. Saya pernah menginap di rumah dinasnya dan bahkan dijemput ketika tiba di Bandara Makassar.

Hal-hal seperti itu mungkin terlihat sederhana. Namun bagi saya, justru hal sederhana itulah yang menunjukkan bahwa sebuah hubungan tidak selalu dibangun atas dasar kepentingan.

Baca juga:
🔗 19 Tahun dan Sebuah Persahabatan yang Tak Pernah Retak

Tidak Harus Ada Kepentingan untuk Bertemu

Kini beliau kembali mendapat tugas dan posisi baru. Dalam perjalanan menuju tempat tugas berikutnya, beliau masih menyempatkan diri mampir ke Bali, bahkan datang ke tempat sederhana tempat kami tinggal.

Saya mungkin bukan siapa-siapa. Tidak punya jabatan besar, tidak punya kekuasaan, dan tidak ada kepentingan yang harus dibicarakan.

Tetapi saya menghormatinya bukan karena jabatannya. Saya menghormatinya karena ketika jabatan datang dan kemudian berganti, hubungan baik tetap ia jaga.

Hampir sembilan tahun bukan waktu yang sebentar. Dalam rentang waktu itu, posisi berubah, tempat bertugas berganti, kesibukan datang silih berganti. Tetapi hubungan tetap ada.

Jabatan dan Uang Bukan Jaminan

Dari perjalanan ini saya belajar satu hal, jabatan dan uang bukan jaminan seseorang bisa membangun hubungan baik.

Jabatan bisa berakhir. Uang bisa habis. Kepentingan bisa selesai. Tetapi niat baik dan rasa saling menghargai bisa membuat sebuah hubungan tetap bertahan.

Hubungan yang baik tidak selalu harus dibangun dengan pemberian materi. Kadang cukup dengan hadir ketika dibutuhkan, membuka pintu ketika ada kesempatan, berbagi informasi, membantu sebatas kemampuan, atau sekadar menyempatkan waktu untuk bertemu.

Pada akhirnya, manusia akan lebih dikenang bukan hanya karena jabatan yang pernah dimiliki, tetapi karena bagaimana ia memperlakukan orang lain ketika tidak ada lagi kepentingan di antara mereka.

Terima kasih, Bang. Hampir sembilan tahun perjalanan ini menjadi pengingat bahwa hubungan yang dibangun dengan niat baik akan menemukan jalannya sendiri untuk tetap bertahan.

Jabatan boleh berganti. Tempat boleh berpindah. Kesibukan boleh berubah. Tetapi hubungan baik, jika dijaga dengan tulus, tidak harus ikut pergi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *