Jembrana — Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi, melaksanakan kunjungan kerja ke Pos Terpadu area Pelabuhan Penyeberangan ASDP Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Senin (29/12/2025).
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan pengamanan serta kelancaran transportasi laut selama Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), khususnya di salah satu pintu utama penghubung Pulau Bali dan Jawa.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 11.00 hingga 12.20 WITA dan dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum, Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si, serta Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, S.Sos, bersama jajaran pemerintah daerah dan unsur pengamanan terkait.
Baca juga:
🔗 Sinergi dalam Senyap: Dedikasi Tanpa Batas Polda Bali Menjaga Gerbang Pulau Dewata
Setibanya di area Pelabuhan Penyeberangan ASDP Gilimanuk, rombongan Menteri Perhubungan langsung melakukan peninjauan Pos Terpadu SAR.
Pos ini melibatkan berbagai unsur, antara lain TNI AL, Basarnas, Brimob, dan Polairud, yang bertugas mengantisipasi potensi gangguan keselamatan dan keamanan selama arus libur Nataru.
Dalam peninjauan tersebut, Menteri Perhubungan mengecek kesiapan personel, sarana pendukung, serta sistem koordinasi antar-instansi.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi petugas yang berjaga selama periode libur panjang, Menteri Perhubungan juga menyerahkan tali asih kepada perwakilan masing-masing posko terpadu.
Baca juga:
🔗 Brimob untuk Nusa dan Bangsa: Delapan Dekade Pengabdian Tanpa Pamrih
Usai peninjauan lapangan, Menteri Perhubungan beserta rombongan memasuki ruang posko untuk melaksanakan telekonferensi dengan Kapolda Jawa Timur dan jajaran terkait.
Telekonferensi ini difokuskan pada penguatan koordinasi lintas wilayah, khususnya dalam pengaturan arus penyeberangan di lintasan Gilimanuk–Ketapang yang diprediksi mengalami peningkatan signifikan selama periode Nataru.
Pembahasan mencakup strategi pengendalian kepadatan kendaraan, pengaturan jadwal kapal, serta langkah antisipasi terhadap cuaca dan kondisi darurat lainnya, guna memastikan kelancaran dan keselamatan penumpang serta pengguna jasa penyeberangan.
Setelah kegiatan koordinasi, Menteri Perhubungan kembali turun langsung ke lapangan untuk menyapa masyarakat.
Ia secara simbolis membagikan tali asih kepada para pengendara sepeda motor yang akan menyeberang, sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama perjalanan libur akhir tahun.
Dalam sesi keterangan pers kepada awak media, Menteri Perhubungan menegaskan pentingnya pemeriksaan kelayakan kapal, kelengkapan alat keselamatan pelayaran, serta penguatan sinergi antar-stakeholder, terutama dengan TNI, Polri, dan Basarnas, khususnya dalam aspek pencarian dan pertolongan (SAR).
“Koordinasi dan kerja sama lintas sektor menjadi kunci utama demi terwujudnya kelancaran perjalanan masyarakat dalam merayakan Natal dan Tahun Baru, khususnya pada sektor transportasi laut.
Kita semua berharap dan berdoa agar pelaksanaan Nataru tahun ini berjalan aman, lancar, dan sukses,” ujar Menteri Perhubungan.
Rangkaian kunjungan kerja ini berakhir dengan kepulangan rombongan Menteri Perhubungan dari area Pelabuhan Penyeberangan ASDP Gilimanuk, menandai komitmen pemerintah dalam memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan transportasi laut selama momentum Nataru.