Dandim 1611/Badung Sosialisasikan Penerimaan Caba-Cata TNI AD TA 2027, Ajak Generasi Muda Bali Bersiap

Sosialisasi penerimaan Calon Bintara dan Calon Tamtama TNI Angkatan Darat TA 2027 oleh Kodim 1611/Badung.
Kodim 1611/Badung menggelar sosialisasi penerimaan Calon Bintara (Caba) dan Calon Tamtama (Cata) TNI Angkatan Darat Tahun Anggaran (TA) 2027. (Foto: Dokumentasi)

DENPASAR — Komando Distrik Militer (Kodim) 1611/Badung menggelar sosialisasi penerimaan Calon Bintara (Caba) dan Calon Tamtama (Cata) TNI Angkatan Darat Tahun Anggaran (TA) 2027.

Kegiatan ini bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda di Bali, mengenai peluang untuk bergabung dan mengabdi kepada bangsa dan negara melalui jalur prajurit TNI AD.

Kegiatan berlangsung di Aula Makodim 1611/Badung, Jalan Sugianyar Nomor 6, Kelurahan Dauh Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Barat, Rabu (28/10/2026), sekitar pukul 14.47 WITA.

Sosialisasi dipimpin langsung oleh Dandim 1611/Badung, Letkol Inf Kadek Muliarsa, S.Hub.Int., dan diikuti sekitar 50 peserta. Mereka terdiri atas para Danramil, Kaur Komsos Kodim, lurah, serta perbekel di wilayah Kabupaten Badung.

Baca juga:
🔗 Letkol Inf Kadek Muliarsa Resmi Jabat Dandim 1611/Badung, Kemanunggalan TNI dan Rakyat Jadi Amanah

Dalam pemaparannya, Letkol Inf Kadek Muliarsa menyampaikan bahwa kebutuhan prajurit TNI AD masih cukup besar.

Ia menyebutkan kebutuhan tersebut mencapai sekitar 20.000 prajurit, baik dari golongan Bintara maupun Tamtama.

Namun, berdasarkan informasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, kuota penerimaan jalur Bintara telah terpenuhi, sementara jalur Tamtama masih membuka peluang bagi generasi muda yang ingin menjadi bagian dari TNI AD.

Ia mengajak masyarakat, khususnya para pemimpin wilayah di tingkat kelurahan dan desa, untuk turut menyebarluaskan informasi penerimaan tersebut agar dapat diketahui lebih luas oleh generasi muda.

Menurutnya, kesempatan untuk menjadi prajurit TNI AD terbuka bagi seluruh warga negara Indonesia yang memenuhi persyaratan.

Karena itu, putra-putri daerah Bali diharapkan dapat memanfaatkan peluang yang tersedia dengan mempersiapkan diri sejak dini.

Tekankan Seleksi Transparan dan Bebas Pungli

Selain menyampaikan informasi mengenai peluang penerimaan, Dandim 1611/Badung juga mengingatkan pentingnya integritas dalam seluruh tahapan seleksi.

Ia menegaskan bahwa proses penerimaan prajurit TNI AD harus berlangsung secara transparan, jujur, dan bebas dari praktik pungutan liar (pungli).

“Seluruh proses penerimaan harus berjalan transparan dan jujur. Tidak boleh ada pungutan liar dalam setiap tahapan seleksi,” tegas Letkol Inf Kadek Muliarsa.

Ia juga mengingatkan calon peserta agar mencermati seluruh persyaratan yang ditetapkan, mulai dari batas usia, tinggi badan, hingga kelengkapan dokumen administrasi.

Persiapan yang matang diharapkan dapat membantu calon peserta mengikuti setiap tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam sosialisasi tersebut, turut disampaikan informasi mengenai ketentuan usia calon prajurit, yakni mulai 17 tahun 10 bulan hingga maksimal 26 tahun pada saat pembukaan pendidikan. Calon peserta tetap diimbau untuk memeriksa persyaratan resmi sesuai jalur penerimaan yang dipilih.

Sosialisasikan Peluang Komponen Cadangan

Tidak hanya membahas penerimaan prajurit aktif, kegiatan tersebut juga menyinggung peluang pengabdian melalui program Komponen Cadangan (Komcad).

Dalam pemaparan disampaikan bahwa kebutuhan Komcad untuk wilayah Badung dan Denpasar direncanakan sebanyak 200 orang, dengan rentang usia sekitar 20 hingga 30 tahun.

Masyarakat yang berminat mengikuti program tersebut diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari Kodim 1611/Badung maupun instansi terkait agar memperoleh kepastian mengenai jadwal, persyaratan, dan mekanisme pendaftaran.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Kodim 1611/Badung berharap semakin banyak generasi muda Bali yang mengenal peluang pengabdian melalui TNI AD.

Keterlibatan masyarakat dalam menyebarluaskan informasi penerimaan juga diharapkan dapat membantu calon peserta memperoleh informasi yang benar dan mempersiapkan diri sesuai ketentuan.

Sosialisasi ini sekaligus menjadi upaya menumbuhkan semangat bela negara di kalangan generasi muda serta mendorong partisipasi masyarakat dalam mendukung proses penerimaan prajurit yang transparan, jujur, dan sesuai aturan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *