Penghormatan Terakhir untuk Babinsa Koramil Denpasar Timur yang Gugur Saat Latihan Pratugas Perbatasan

Prosesi penghormatan terakhir untuk prajurit Tentara Nasional Indonesia yang telah gugur atau menuntaskan masa pengabdiannya.
Penghormatan terakhir ini menjadi wujud penghargaan atas pengabdian seorang prajurit yang telah menjalankan tugasnya sebagai bagian dari Tentara Nasional Indonesia. (Foto: Dokumentasi)

DENPASAR, BALI — Keluarga besar Kodim 1611/Badung berduka atas gugurnya salah satu prajurit terbaiknya, Praka Muhammad Faraidin, yang meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat mengikuti latihan persiapan pratugas pengamanan perbatasan RI–Papua Nugini.

Upacara penghormatan terakhir sekaligus pemberangkatan jenazah almarhum dilaksanakan dengan khidmat di Masjid Sudirman, Denpasar, pada Selasa (20/10/2026).

Upacara dipimpin langsung oleh Komandan Korem 163/Wira Satya, Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, S.H., sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara.

Suasana haru menyelimuti prosesi tersebut. Ratusan peserta yang terdiri atas jajaran pejabat Korem 163/Wira Satya, personel dan keluarga besar Kodim 1611/Badung, prajurit Batalyon Infanteri 741/GN, serta keluarga dan kerabat almarhum turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.

Kehadiran para perwira, prajurit, pegawai negeri sipil (PNS), serta keluarga besar TNI menjadi ungkapan rasa kehilangan sekaligus penghargaan atas dedikasi almarhum selama menjalankan tugas sebagai prajurit TNI AD.

Gugur Saat Mengikuti Latihan Pratugas Perbatasan

Praka Muhammad Faraidin diketahui menjabat sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1611-01/Denpasar Timur.

Almarhum mengalami kecelakaan saat mengikuti Latihan Persiapan Pratugas Operasi Pengamanan Perbatasan RI–Papua Nugini Mobile Yonif 741/GN di wilayah penugasan TK Balinggup.

Peristiwa tersebut terjadi ketika para personel sedang melaksanakan latihan materi penyergapan atau ambush.

Di tengah kegiatan, sebuah pohon besar tumbang akibat cuaca dengan angin kencang dan menimpa sejumlah personel yang sedang mengikuti latihan.

Akibat kejadian tersebut, sejumlah prajurit mengalami musibah dan harus mendapatkan penanganan medis.

Praka Muhammad Faraidin sempat menjalani perawatan intensif serta dua kali tindakan operasi sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (20/10/2026) di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan-rekan seperjuangan, serta seluruh jajaran Kodim 1611/Badung. Pengabdian yang telah dijalankannya menjadi bagian dari perjalanan seorang prajurit dalam melaksanakan tugas kepada bangsa dan negara.

Baca juga:
🔗 Letkol Inf Kadek Muliarsa Resmi Jabat Dandim 1611/Badung, Kemanunggalan TNI dan Rakyat Jadi Amanah

Jenazah Diberangkatkan ke Bima

Prosesi penghormatan terakhir diawali dengan penyerahan jenazah oleh pihak keluarga kepada inspektur upacara. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penghormatan terakhir dan doa bersama untuk almarhum.

Setelah upacara selesai, jenazah diberangkatkan menuju Terminal Kargo Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai untuk selanjutnya diterbangkan ke daerah asalnya, Bima, Nusa Tenggara Barat.

Pemberangkatan tersebut menjadi momen perpisahan yang penuh haru bagi keluarga dan rekan-rekan yang hadir.

Di tengah kesedihan, penghormatan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian almarhum selama menjalankan tugas sebagai prajurit TNI.

Jenazah kemudian diterbangkan menuju Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin, Bima, untuk diserahkan kepada keluarga dan selanjutnya dimakamkan dengan tata cara militer.

Tiba di Bima, Disambut Keluarga

Pada Rabu (21/10/2026), jenazah Praka Muhammad Faraidin tiba di Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin, Bima, sekitar pukul 12.00 WITA. Proses kedatangan dan penyerahan jenazah kepada pihak keluarga berlangsung lancar.

Kedatangan jenazah menjadi bagian dari rangkaian penghormatan terakhir bagi almarhum sebelum dimakamkan di daerah asalnya.

Keluarga yang telah menanti kepulangan almarhum kini harus menerima kenyataan pahit atas kepergian orang tercinta yang gugur saat menjalankan rangkaian persiapan tugas negara.

Penghormatan terakhir ini menjadi wujud penghargaan atas pengabdian seorang prajurit yang telah menjalankan tugasnya sebagai bagian dari Tentara Nasional Indonesia.

Kepergian Praka Muhammad Faraidin juga menjadi duka bagi keluarga besar TNI, khususnya Kodim 1611/Badung dan satuan yang terlibat dalam latihan pratugas tersebut.

Semoga almarhum Praka Muhammad Faraidin mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa-dosanya, dan meninggal dalam keadaan husnul khatimah.

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi kehilangan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *