Bali tidak hanya menawarkan pilihan transportasi pribadi. Bagi wisatawan maupun masyarakat yang ingin bepergian dengan biaya lebih terjangkau, Trans Metro Dewata menjadi salah satu alternatif transportasi umum yang menarik untuk digunakan.
Layanan bus rapid transit ini menghubungkan sejumlah wilayah di Bali, termasuk Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan.
Kehadirannya membuat perjalanan menuju sejumlah kawasan strategis dan destinasi wisata menjadi lebih mudah tanpa harus selalu menggunakan kendaraan pribadi.
Baca juga:
🔗 Bus Trans Metro Dewata: Solusi Hemat dari Bandara Ngurah Rai
Saat ini terdapat sejumlah koridor Trans Metro Dewata yang melayani perjalanan menuju berbagai titik di Bali. Salah satunya adalah Koridor 6B dengan rute Sentral Parkir Kuta–ITDC The Nusa Dua.
Koridor ini menarik bagi wisatawan karena menghubungkan kawasan Kuta dengan salah satu kawasan pariwisata utama di Bali, yaitu Nusa Dua.
Selain Koridor 6B, terdapat pula beberapa rute lainnya, seperti Koridor 1B Sentral Parkir Kuta–Terminal Pesiapan Tabanan, Koridor 2B Terminal Ubung–Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Koridor 3B Terminal Ubung–Icon Bali Mall Sanur, Koridor 4B Terminal Ubung–Monkey Forest Ubud, serta Koridor 5B Sentral Parkir Kuta–Politeknik Negeri Bali.
Salah satu hal menarik dari keberadaan Trans Metro Dewata adalah akses menuju kawasan ITDC The Nusa Dua.
Kawasan ini dikenal sebagai salah satu area pariwisata yang memiliki berbagai fasilitas, mulai dari hotel dan pusat konvensi hingga kawasan pantai, ruang publik, restoran, serta Bali Collection yang menjadi salah satu pilihan untuk berbelanja, makan, dan bersantai.
Dengan adanya akses bus menuju kawasan tersebut, perjalanan ke Nusa Dua tidak selalu harus menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi dengan biaya yang lebih tinggi.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati Bali dengan cara yang lebih sederhana, naik bus bisa menjadi pengalaman tersendiri.
Perjalanan bukan sekadar berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga memberi kesempatan melihat suasana Bali dari jalanan dan aktivitas masyarakat sepanjang perjalanan.
Baca juga:
🔗 Pulau Peninsula Nusa Dua, Ruang Rekreasi Keluarga Menikmati Akhir Pekan di Bali
Trans Metro Dewata juga menawarkan tarif yang relatif terjangkau. Tarif umum tercatat Rp4.400 untuk sekali perjalanan, sementara tarif khusus Rp2.000 berlaku bagi pelajar, lansia, dan penyandang disabilitas yang telah terdaftar.
Pembayaran dilakukan secara nontunai menggunakan kartu uang elektronik seperti E-Money, Flazz, Brizzi, dan TapCash, maupun melalui QRIS.
Jam operasional layanan secara umum berlangsung mulai sekitar pukul 04.30 hingga 22.00 WITA. Namun, waktu keberangkatan terakhir dapat berbeda di setiap koridor dan umumnya berada pada kisaran pukul 18.00–19.00 WITA.
Bagi wisatawan yang tidak terburu-buru dan ingin mencoba transportasi publik, Trans Metro Dewata bisa menjadi salah satu pilihan untuk menjelajahi Bali.
Khususnya dengan adanya rute menuju kawasan seperti ITDC The Nusa Dua, masyarakat dan wisatawan memiliki alternatif perjalanan yang lebih hemat sekaligus dapat merasakan pengalaman menggunakan transportasi umum di Bali.
Sebelum berangkat, jadwal dan posisi bus sebaiknya dipantau melalui aplikasi Trans Metro Dewata atau kanal informasi resminya agar perjalanan dapat disesuaikan dengan waktu keberangkatan yang tersedia.
Pada akhirnya, menikmati Bali tidak selalu harus dengan kendaraan pribadi. Sesekali, duduk di dalam bus, melihat jalanan Bali dari balik kaca, dan turun di tempat yang dituju juga bisa menjadi bagian dari perjalanan itu sendiri.