Kopi dan teh merupakan dua minuman yang sangat familiar di Indonesia. Selain sering disajikan sebagai bentuk penyambutan tamu, keduanya juga menjadi pelengkap momen keakraban dalam keluarga.
Banyak juga orang mengandalkan konsumsi kopi dan teh untuk mengawali hari. Kandungan kafein di dalamnya diketahui dapat membantu meningkatkan energi dan fokus.
Meski bisa dinikmati kapan saja sesuai selera, ada waktu-waktu tertentu yang sebaiknya dihindari agar manfaat kopi dan teh bisa dirasakan secara maksimal.
Baca juga:
🔗 Budaya Minum Kopi di Indonesia: Lebih dari Sekadar Menyeruput
Mengonsumsi kopi atau teh di pagi hari saat perut masih kosong bukanlah pilihan yang bijak.
Kafein yang masuk ke dalam tubuh tanpa adanya asupan makanan sebelumnya dapat mengganggu produksi hormon kortisol, yaitu hormon utama yang berperan dalam respons tubuh terhadap stres.
Gangguan pada produksi kortisol dapat menyebabkan munculnya rasa cemas, ketidakseimbangan hormon, hingga gangguan pada sistem pencernaan.
Selain itu, minum kopi atau teh saat makan juga sebaiknya dihindari karena dapat menghambat penyerapan nutrisi, terutama protein.
Bagi sebagian orang, menikmati secangkir kopi atau teh di sore hari menjadi kebiasaan yang menyenangkan.
Namun, menurut Dr. Savaliya, mengonsumsi minuman berkafein setelah pukul 16.00 atau 4 sore sebaiknya dihindari.
Hal ini disebabkan oleh efek kafein yang dapat bertahan hingga berjam-jam dalam tubuh, sehingga berpotensi mengganggu kualitas tidur di malam hari.
Selain itu, konsumsi kafein di sore hari juga dapat mempengaruhi proses detoksifikasi hati, mengganggu keseimbangan hormon kortisol, serta memperlambat sistem pencernaan.
Indian Council of Medical Research (ICMR) juga mengingatkan bahwa konsumsi berlebihan kafein bisa memicu ketergantungan.
Batas konsumsi harian kafein sebaiknya tidak melebihi 300 miligram. Sebagai gambaran, secangkir kopi seduh (150 ml) mengandung sekitar 80–120 mg kafein, kopi instan mengandung 50–65 mg, dan teh mengandung 30–65 mg kafein per cangkir.
Minum teh sesaat setelah makan juga tidak disarankan. Teh diketahui dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan, terutama yang berasal dari tumbuhan.
Hal ini bisa berdampak pada penurunan kadar zat besi dalam tubuh, terutama bagi individu yang rentan terhadap anemia.
Untuk mengoptimalkan proses pencernaan dan penyerapan nutrisi, disarankan untuk memberi jeda setidaknya satu jam sebelum atau sesudah makan jika ingin mengkonsumsi kopi atau teh.
Kopi dan teh memang nikmat dan memberikan sejumlah manfaat bagi tubuh, namun perlu dikonsumsi dengan bijak.
Hindari meminumnya saat perut kosong, setelah pukul 16.00, atau terlalu dekat dengan waktu makan.
Dengan memperhatikan waktu konsumsi, manfaat dari kopi dan teh bisa dirasakan secara optimal tanpa menimbulkan efek samping bagi tubuh.