Maraknya Warga Negara Asing (WNA) yang menggunakan sepeda motor di jalanan Bali bukanlah fenomena baru.
Kemudahan akses untuk menyewa motor, pelatihan singkat dari pihak rental, serta rasa percaya diri yang tinggi membuat banyak wisatawan langsung turun ke jalan tanpa memahami kondisi lalu lintas Bali yang kompleks.
Akibatnya, pelanggaran seperti tidak memakai helm, naik trotoar, hingga menerobos lampu merah kerap terjadi.
Kasus kecelakaan terbaru yang menewaskan seorang WNA asal India di Nusa Penida pada Rabu (26/11) kembali menjadi alarm keras bahwa keselamatan berkendara tidak bisa dianggap remeh.
Medan jalan di Bali, terutama di daerah perbukitan dan pesisir, memerlukan keahlian, pengalaman, serta kewaspadaan ekstra.
Di berbagai kawasan wisata seperti Kuta, Canggu, Uluwatu, dan Ubud, pemandangan WNA yang berkendara dengan kemampuan terbatas sudah menjadi hal umum.
Banyak dari mereka yang baru belajar mengendarai motor langsung turun ke jalan raya yang ramai, bahkan tampak masih gemetar memegang stang.
Putu, warga Uluwatu, menyampaikan bahwa hampir setiap hari ia melihat wisatawan berkendara tanpa perlengkapan keselamatan.
“Ada yang sudah mahir, tapi cukup banyak yang baru belajar. Tangannya masih goyang, tapi sudah berani masuk gang kecil dan menyalip,” ungkapnya.
Ketidakpatuhan seperti ini bukan hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lain.
Baca juga:
🔗 Turis Asing Alami Kecelakaan di Ungasan, Bali: Tanpa Helm, Kepala Terbentur Aspal
Bali memiliki medan jalan yang beragam: tanjakan curam di Uluwatu, tikungan tajam di Bedugul, jalur sempit di Ubud, hingga jalan licin dan berbatu seperti di Nusa Penida.
Banyak WNA tidak menyadari bahwa mengendarai motor di Bali bukan sekadar soal menguasai gas dan rem, tetapi juga memahami karakter jalan, kondisi cuaca, hingga kepadatan lalu lintas.
Kecelakaan tunggal yang menimpa WNA asal India di Nusa Penida menjadi bukti bahwa risiko bisa datang kapan saja.
Jalan-jalan di Nusa Penida yang terkenal terjal dan berpasir membutuhkan keahlian lebih dari sekadar pelajaran 10 menit di tempat rental. Tanpa pengalaman, satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal.
Baca juga:
🔗 Kecelakaan di Jalan Bypass Ngurah Rai Jimbaran: Mobil Tabrak Motor, Dua Korban Tak Sadarkan Diri
Polda Bali sudah mengambil langkah dengan melarang WNA yang tidak terampil untuk mengendarai sepeda motor secara mandiri.
Kebijakan ini merupakan respon atas meningkatnya kasus kecelakaan yang melibatkan WNA sepanjang 2024. Harapannya, wisatawan lebih sadar diri, sementara penyedia layanan wisata lebih bertanggung jawab.
Pelaku pariwisata seperti penyedia rental motor, agen perjalanan, hingga pemandu wisata diharapkan ikut berperan aktif. Tidak cukup hanya menyerahkan motor kepada WNA tanpa screening kemampuan.
Edukasi keselamatan, penegakan aturan helm, serta rekomendasi penggunaan jasa transportasi yang lebih aman dapat menjadi langkah preventif.
Bali adalah destinasi dunia yang menawarkan keindahan dan kebebasan berpetualang. Namun, kebebasan tersebut tidak boleh membuat wisatawan mengabaikan keselamatan.
Dengan disiplin, edukasi, dan kerjasama semua pihak, Bali dapat tetap menjadi tempat yang aman, bukan hanya untuk warga lokal tetapi juga untuk semua wisatawan yang ingin menikmati pesonanya.