Hujan dan Angin Kencang di Mengwi, Dahan Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

Personel Brimob membantu warga terdampak cuaca ekstrem di Bali.
Sinergi Brimob Batalyon B Pelopor dan instansi terkait dalam membantu warga terdampak cuaca ekstrem di Bali. (Foto: Dokumentasi)

Memasuki awal Maret 2026, cuaca di Bali masih didominasi hujan yang turun hampir setiap hari sejak Februari lalu.

Pada Kamis pagi (5/3/2026), wilayah Ungasan, Kuta Selatan, hingga beberapa daerah di Kabupaten Badung kembali diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat harus dilakukan dengan lebih hati-hati.

Baca juga:
🔗 BMKG Keluarkan Peringatan, Bali Waspada Cuaca Ekstrem 2–8 Maret 2026

Salah satu dampak cuaca ekstrem terjadi di Lingkungan Grokgak, Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Sebuah dahan pohon perindang jalan patah dan menimpa rumah warga.

Informasi mengenai kejadian tersebut pertama kali disampaikan melalui grup Badung Siaga Bencana.

Saat laporan diterima, lokasi kejadian belum tertangani sehingga memerlukan respons cepat dari tim gabungan.

Merespons laporan tersebut, Ipda I Dewa Gede Henry P.A., S.H., M.H. dari Batalyon B Pelopor Brimob bersama sejumlah personel segera bergerak menuju lokasi.

Mereka mendapati dahan pohon perindang jenis Tabebuya patah dan menimpa bagian atap rumah warga, serta mengenai kabel jaringan wifi dan telepon yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Warga yang terdampak diketahui bernama Sang Made Lastra (63), seorang petani yang tinggal di Jalan Raya Sempidi No. 10, Lingkungan Grokgak, Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.

Kronologis Kejadian

Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 5 Maret 2026 sekitar pukul 00.15 WITA. Saat itu wilayah setempat diguyur hujan deras disertai angin kencang.

Ketika sedang beristirahat di dalam rumah, korban mendengar suara keras dari arah atap. Setelah keluar untuk memastikan, ia melihat dahan besar dari pohon Tabebuya yang berada di pinggir jalan telah patah dan menimpa bagian atap rumahnya.

Akibat kejadian tersebut, sejumlah genteng rumah mengalami kerusakan dan pecah. Korban kemudian melaporkan peristiwa itu kepada Kepala Lingkungan setempat, yang selanjutnya meneruskan laporan kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan Sempidi, hingga akhirnya mendapat penanganan dari tim gabungan.

Penanganan di Lokasi

Proses penanganan pohon tumbang dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari:

  • Tim SAR Batalyon B Pelopor Brimob dipimpin Ipda I Dewa Gede Henry P.A.
  • Personel Polsek Mengwi
  • Bhabinkamtibmas Kelurahan Sempidi
  • Kepala Lingkungan Grokgak
  • Keluarga korban serta warga sekitar


Tim gabungan melakukan pemotongan dan pembersihan dahan pohon yang menimpa rumah warga, sekaligus mengevakuasi bagian-bagian yang berpotensi membahayakan.

Selain itu, kabel jaringan yang terdampak juga diamankan agar tidak menimbulkan risiko tambahan bagi masyarakat.

Berdasarkan hasil penanganan di lokasi, pohon tumbang diduga akibat hujan deras yang disertai angin kencang yang melanda wilayah tersebut pada saat kejadian.

Baca juga:
🔗 Hujan Tak Kunjung Reda, Personel Brimob Sigap Evakuasi Pohon Tumbang di Celukan Bawang

Imbauan kepada Masyarakat

Peristiwa ini menjadi salah satu contoh respons cepat personel Brimob Batalyon B Pelopor bersama para stakeholder dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah Bali.

Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan deras dan angin kencang.

Jika menemukan atau mengalami kejadian bencana seperti pohon tumbang, banjir, atau situasi darurat lainnya, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pihak berwenang atau melalui Call Center Batalyon B Pelopor agar dapat segera ditangani dengan cepat dan tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *