UNGASAN, KUTA SELATAN – Memasuki awal Maret 2026, cuaca di Bali masih didominasi hujan yang turun sejak Februari lalu.
Pagi ini, wilayah Ungasan, Kuta Selatan, kembali diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, membuat sejumlah aktivitas warga harus dilakukan dengan lebih hati-hati.
Putu Ayu, salah seorang warga Ungasan, mengaku kondisi tersebut sudah menjadi bagian dari rutinitasnya.
Setiap hari ia harus menempuh perjalanan dari rumahnya menuju kantor di Jimbaran. Menurutnya, hujan bukan hal baru, namun tetap membutuhkan kewaspadaan ekstra saat berkendara.
“Yang penting selalu siap jas hujan dan pastikan kendaraan dalam kondisi baik. Jangan lupa cek informasi cuaca sebelum berangkat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pengendara lain agar tidak mengabaikan perlengkapan keselamatan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Baca juga:
🔗 Hujan Disertai Angin Kencang Landa Bali Selatan, BMKG Keluarkan Peringatan Dini
Melalui laman media sosial resminya, BMKG mengeluarkan peringatan Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Periode 2–8 Maret 2026 di Provinsi Bali.
Dalam rilis yang disampaikan bersama BPBD Bali pada 2 Maret 2026, disebutkan adanya perkembangan signifikan dinamika atmosfer yang berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan di sebagian besar wilayah Bali.
Potensi Dampak:
Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga gelombang tinggi yang dapat membahayakan aktivitas pelayaran dan masyarakat pesisir.
Baca juga:
🔗 Bali Siaga Akhir Tahun 2025, Banjir Jadi Perhatian Serius Para Pemangku Kepentingan
Masyarakat diimbau untuk:
Apabila terjadi kondisi darurat atau membutuhkan informasi lebih rinci, masyarakat dapat menghubungi call center darurat di nomor 0361-251177 atau melalui WhatsApp di 0857-9224-0799.
Dengan semangat “Siap Untuk Selamat”, seluruh elemen masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, sehingga dampak dari potensi cuaca ekstrem ini dapat diminimalisir.
Di tengah hujan yang masih rutin turun di awal Maret, kesiapan dan kesadaran menjadi kunci utama.
Sebab pada akhirnya, bukan hanya tentang hujan yang datang, tetapi bagaimana kita bersikap bijak menghadapinya.