Hujan Tak Kunjung Reda, Personel Brimob Sigap Evakuasi Pohon Tumbang di Celukan Bawang

Pohon tumbang menghalangi jalan di sekitar area PLTU Celukan Bawang.
Sebuah pohon tumbang di sekitar area PLTU Celukan Bawang pada Selasa pagi, menyebabkan arus lalu lintas tersendat. (Foto: Dokumentasi)

Hujan yang mengguyur Bali dalam beberapa hari terakhir hingga Selasa, 24 Februari 2026, belum juga menunjukkan tanda-tanda mereda.

Sejak pagi hingga malam hari, hujan turun dengan intensitas beragam, mulai dari ringan hingga lebat, disertai angin yang cukup kencang.

Jeda yang singkat tak mampu mengurangi akumulasi air dan dampak yang ditimbulkan. Sejumlah wilayah pun terdampak, baik berupa genangan air, tanah labil, hingga pohon tumbang yang mengganggu akses jalan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Salah satu peristiwa terjadi di kawasan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng. Sebuah pohon tumbang di sekitar area PLTU Celukan Bawang pada Selasa pagi, menyebabkan arus lalu lintas tersendat.

Batang dan ranting pohon yang melintang di badan jalan membuat kendaraan harus memperlambat laju, bahkan sempat terjadi antrean di kedua arah.

Baca juga:
🔗 Banjir Kembali Terjang Denpasar, Sejumlah Jalan dan Permukiman Terendam

Menyikapi kondisi tersebut, personel Mako Patas Batalyon C Pelopor bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Di bawah komando Komandan Batalyon C Pelopor, KOMPOL I Nyoman Supartha Wiryadarma, jajaran Brimob langsung mengambil langkah taktis guna memastikan situasi tetap kondusif.

Kegiatan evakuasi dipimpin oleh Danki 3, I Dewa Kadek Dwipayudha. Dengan menggunakan peralatan pemotong dan perlengkapan lapangan, personel melakukan pemangkasan batang serta pembersihan ranting yang menutup badan jalan.

Selain itu, pengaturan arus lalu lintas juga dilakukan secara manual guna mencegah kemacetan panjang dan menghindari potensi kecelakaan.

Adapun kegiatan tersebut dilaksanakan pada:

  • Hari: Selasa
  • Tanggal: 24 Februari 2026
  • Pukul: 07.45 WITA
  • Tempat: Sekitar PLTU Celukan Bawang


Proses evakuasi berlangsung dengan cepat dan terkoordinasi. Dalam waktu relatif singkat, akses jalan berhasil dibuka kembali sehingga aktivitas masyarakat dan kendaraan logistik dapat kembali berjalan normal.

Kehadiran aparat di lokasi juga memberikan rasa aman bagi warga sekitar yang sempat khawatir dengan kondisi cuaca ekstrem.

Cuaca hujan yang berlangsung selama beberapa hari ini memang meningkatkan risiko terjadinya pohon tumbang, terutama di wilayah dengan kontur tanah labil dan pepohonan berusia tua.

Oleh karena itu, kesiapsiagaan aparat serta kolaborasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam meminimalkan dampak yang lebih luas.

Semangat “Brimob Untuk Nusa dan Bangsa” menjadi pijakan dalam setiap langkah pengabdian.

Tidak hanya bertugas dalam pengamanan, personel Brimob juga hadir di tengah masyarakat saat situasi darurat, memberikan bantuan nyata dan respons cepat terhadap kejadian yang berdampak langsung pada kepentingan publik.

Kerja keras seluruh stakeholder, mulai dari aparat keamanan, instansi terkait, hingga partisipasi masyarakat, menjadi kunci dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang melanda Bali.

Dengan sinergi yang solid dan respons yang tanggap, berbagai potensi gangguan dapat segera diatasi, sehingga stabilitas dan keselamatan masyarakat tetap terjaga di tengah derasnya hujan yang belum juga usai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *