Edukasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Digelar di Panjer, Warga Terima Compost Bag

Petugas membagikan kantong sampah kepada masyarakat sebagai bagian dari program pengelolaan lingkungan.
Pembagian kantong sampah dilakukan sebagai langkah nyata untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri. (Foto: Dokumentasi)

Denpasar – Pemerintah Kelurahan Panjer bersama berbagai instansi terkait menggelar kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah berbasis sumber yang dirangkaikan dengan pembagian compost bag kepada warga, pada Minggu pagi, 22 Maret 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Banjar/Lingkungan Sasih, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar ini dimulai sejak pukul 07.30 WITA dan menyasar masyarakat di kawasan Perumahan Puri Waturenggong. Acara berjalan lancar dan mendapat perhatian langsung dari Lurah Panjer, Putu Wisnu Wardana.

Baca juga:
🔗 Dari Tumbler ke Regulasi: Langkah Nyata Menuju Bali Bersih Sampah

Sinergi Pemerintah dan Aparat Teritorial

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini turut didampingi oleh Babinsa Kelurahan Panjer, Sertu Bonifasius.

Kehadiran Babinsa menjadi bentuk nyata sinergi antara aparat teritorial dan pemerintah daerah dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Sekretaris DPRD Kota Denpasar, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Kepala Bidang DLHK, serta unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya. Turut hadir pula jajaran staf kelurahan dan para kepala lingkungan se-Kelurahan Panjer.

Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan keterlibatan bersama demi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Baca juga:
🔗 Wayan Aksara: Sampah, Budaya, dan Tanggung Jawab Moral

Membangun Kesadaran dari Sumbernya

Fokus utama dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada warga mengenai pentingnya memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah tangga.

Edukasi ini menekankan bahwa pengelolaan sampah yang baik harus dimulai dari sumbernya, yaitu dari masing-masing individu dan keluarga.

Melalui sosialisasi ini, warga diberikan pemahaman tentang jenis-jenis sampah, cara pemilahan, hingga pengolahan sederhana yang dapat dilakukan di rumah.

Dengan langkah kecil namun konsisten, masyarakat diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Kesadaran ini menjadi kunci penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, sekaligus membangun budaya hidup bersih di tengah masyarakat perkotaan.

Baca juga:
🔗 Komunitas BumiKita: Bergerak Sebelum Isu Menjadi Viral

Pembagian Compost Bag sebagai Dukungan Nyata

Sebagai bentuk dukungan langsung kepada masyarakat, panitia membagikan compost bag kepada warga yang hadir.

Sarana ini dapat dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik menjadi kompos secara mandiri di rumah masing-masing.

Pembagian ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga menjadi langkah konkret untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.

Dengan adanya fasilitas tersebut, warga diharapkan lebih mudah mempraktikkan ilmu yang telah didapat selama sosialisasi.

Kegiatan yang berlangsung selama beberapa jam ini pun ditutup dengan harapan besar agar seluruh materi yang disampaikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Seluruh pihak yang terlibat menyambut positif kegiatan ini dan berkomitmen untuk terus mengawal program pengelolaan sampah berbasis sumber agar berjalan secara berkelanjutan serta memberikan dampak nyata bagi lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *