Komunitas BumiKita: Bergerak Sebelum Isu Menjadi Viral

Komunitas BumiKita berkolaborasi dengan mahasiswa Kampus Mediterranean Bali dalam kegiatan CSR pada 8 Februari 2025.
8 Februari 2025, Komunitas BumiKita berkolaborasi dengan mahasiswa Kampus Mediterranean Bali dalam rangkaian program Corporate Social Responsibility (CSR). (Foto: Dokumentasi)

Arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Pemerintah Provinsi Bali bersama seluruh pemangku kepentingan menjadi momentum penting untuk mulai memikirkan dan menyusun strategi penanganan sampah secara menyeluruh di setiap wilayah.

Pendekatan yang ditekankan tidak lagi bersifat seremonial semata, melainkan diarahkan pada upaya berkelanjutan yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, sektor swasta, hingga masyarakat akar rumput.

Penanganan sampah tidak bisa lagi dilakukan secara parsial atau reaktif. Bali sebagai destinasi pariwisata dunia membutuhkan sistem yang kuat, konsisten, dan berkelanjutan agar persoalan lingkungan tidak terus berulang dan mencederai citra pulau ini di mata global.

Baca juga:
🔗 Isu Sampah di Bali Masih Mendesak, Penutupan TPA Suwung Belum Temukan Solusi Pengganti

Komunitas BumiKita: Bergerak Sebelum Isu Menjadi Viral

Namun jauh sebelum isu penanganan sampah kembali mengemuka dan ramai diperbincangkan di ruang publik, Komunitas BumiKita telah lebih dulu bergerak secara konsisten.

Bernaung di bawah Yayasan Bumi Kita Nuswantara, komunitas ini hadir dengan visi jangka panjang untuk menjaga keseimbangan lingkungan melalui kerja nyata di lapangan.

Fokus gerakan BumiKita terbagi dalam dua divisi utama. Divisi BumiBersih menitikberatkan pada pengelolaan dan pembersihan sampah, khususnya di kawasan pesisir dan ruang publik.

Sementara BumiHijau berfokus pada penghijauan, rehabilitasi ekosistem, serta edukasi lingkungan sebagai fondasi perubahan perilaku masyarakat.

Baca juga:
🔗 Wayan Aksara: Sampah, Budaya, dan Tanggung Jawab Moral

Kolaborasi Kampus, Nelayan, dan Komunitas untuk Masa Depan Pesisir

Sebagai bentuk aksi nyata, pada 8 Februari 2025, Komunitas BumiKita berkolaborasi dengan mahasiswa Kampus Mediterranean Bali dalam rangkaian program Corporate Social Responsibility (CSR) sekaligus peringatan Dies Natalis ke-18 kampus tersebut.

Kegiatan ini diwujudkan melalui aksi bersih-bersih sampah plastik dan penanaman pohon mangrove.

Aksi lingkungan ini dilaksanakan bersama Kelompok Nelayan Wana Sari Kampoeng Kepiting, Tuban.

Selain membersihkan kawasan pesisir dari sampah plastik yang terbawa arus laut, penanaman mangrove dilakukan sebagai langkah jangka panjang untuk menjaga ekosistem pantai, mencegah abrasi, serta memperkuat keberlanjutan mata pencaharian nelayan setempat.

Kolaborasi lintas elemen ini menjadi bukti bahwa penanganan persoalan lingkungan tidak harus menunggu instruksi atau tren.

Dengan kesadaran, konsistensi, dan kerja bersama, langkah-langkah kecil yang dilakukan secara berkelanjutan mampu memberi dampak besar bagi masa depan lingkungan Bali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *