Babinsa Koramil 1611-07/Denbar Pantau Ibadah Jumat Agung di GSJA Shalom, Pastikan Berjalan Aman dan Khidmat

Babinsa berinteraksi dengan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah.
Peran aktif aparat kewilayahan, seperti Koramil melalui Babinsa di masyarakat, menjadi kunci terciptanya suasana aman, damai, dan harmonis di tengah keberagaman yang ada. (Foto: Dokumentasi)

DENPASAR, BALI – Hari ini umat Kristiani di seluruh dunia memperingati Jumat Agung, sebuah hari suci yang sarat makna spiritual.

Di Bali, perayaan tersebut berlangsung di berbagai gereja, salah satunya di GSJA Shalom yang berlokasi di Jalan Pura Demak Barat, Banjar Batan Nyuh, Desa Pemecutan Kelod, Kecamatan Denpasar Barat.

Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menjalankan ibadah, Babinsa Koramil 1611-07/Denpasar Barat, Sertu Tony Cahyono, melaksanakan pemantauan sekaligus pengamanan kegiatan Ibadah Jumat Agung di lokasi tersebut, Jumat (3/4/2026).

Kehadiran Babinsa, Wujud Nyata Pelayanan kepada Masyarakat

Kegiatan pengamanan dimulai sejak pukul 10.00 WITA. Sertu Tony Cahyono hadir langsung di lokasi bersama aparat keamanan wilayah lainnya untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya sebagai bentuk pengawasan, tetapi juga merupakan wujud nyata pelayanan TNI dalam memberikan rasa tenang bagi warga yang sedang menjalankan ibadah.

Langkah ini sekaligus menjadi upaya antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan yang dapat menghambat jalannya kegiatan keagamaan.

Baca juga:
🔗 Babinsa Desa Kutuh: Dedikasi Tanpa Henti untuk Keamanan dan Keharmonisan

Ibadah Berlangsung Khidmat dengan Tema “Karya Terbesar”

Ibadah Jumat Agung di GSJA Shalom tahun ini mengangkat tema “Karya Terbesar”, yang diambil dari Kitab 1 Petrus 2:24. Sekitar 100 jemaat mengikuti jalannya ibadah dengan penuh kekhusyukan dan penghayatan.

Suasana di dalam gereja berlangsung tenang dan damai. Setiap rangkaian ibadah berjalan tertib, mencerminkan kedisiplinan serta kesadaran jemaat dalam menjaga kekhidmatan perayaan hari besar keagamaan tersebut.

Momentum Jumat Agung ini juga menjadi sarana refleksi spiritual bagi umat Kristiani dalam mengenang pengorbanan dan kasih, sehingga pelaksanaannya berlangsung penuh makna.

Sinergi TNI dan Aparat Wujudkan Lingkungan Aman dan Harmonis

Sertu Tony Cahyono menegaskan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama, khususnya di wilayah Denpasar yang dikenal dengan keberagaman masyarakatnya.

Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk terus memupuk rasa toleransi dan saling menghormati.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap dapat mempererat hubungan antarwarga serta menciptakan suasana yang aman dan harmonis di lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Baca juga:
🔗 Dandim 1611/Badung Hadiri Dharma Shanti Kota Denpasar, Perkuat Semangat Menyama Braya

Pengamanan dilakukan secara sinergis antara Babinsa dan aparat keamanan setempat. Kolaborasi ini menjadi bukti komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya saat berlangsungnya kegiatan keagamaan.

Dengan pengamanan yang optimal, seluruh rangkaian Ibadah Jumat Agung di GSJA Shalom dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar tanpa adanya gangguan berarti.

Bali dikenal sebagai salah satu daerah yang kuat dalam menjaga toleransi antarumat beragama.

Hal ini tercermin dari perayaan Jumat Agung yang berlangsung khidmat di berbagai gereja di Pulau Dewata.

Peran aktif aparat kewilayahan, seperti Koramil melalui para Babinsa yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, menjadi salah satu kunci terciptanya suasana aman, damai, dan harmonis di tengah keberagaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *