Situasi tidak biasa terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kuta Selatan sejak tadi malam.
Antrean kendaraan mengular, bahkan memakan badan jalan, seperti yang tampak di sekitar SPBU Kampial serta SPBU di kawasan Jimbaran.
Sementara itu, beberapa SPBU lainnya justru tampak sepi karena kehabisan stok BBM sehingga tidak ada aktivitas pengisian sama sekali.
Baca juga:
๐ Kemacetan Parah di Jalan Menuju Ungasan, Bali Selatan: Proyek Pelebaran Jalan Jadi Pemicu
Salah satu warga, Hendra, menceritakan pengalamannya saat berusaha mengisi bahan bakar. Ia harus berkeliling ke beberapa SPBU di sekitar Jimbaran, namun antrean panjang membuatnya kesulitan mendapatkan BBM.
โHampir semua SPBU penuh antrean. Saya tadi sudah mau pulang karena capek keliling, tapi akhirnya ikut antre juga. Yang penting bisa isi penuh, takut besok makin parah,โ ujarnya.
Beberapa pengendara lain yang ditemui di lokasi juga merasakan hal serupa. Mereka mengaku kondisi seperti ini baru terjadi dalam beberapa hari terakhir dan belum pernah muncul dengan intensitas seperti sekarang.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun Pertamina, mengenai penyebab kelangkaan pasokan BBM di Kuta Selatan. Ketidakpastian ini memunculkan berbagai spekulasi di kalangan warga.
Sebagian menduga kelangkaan ini berkaitan dengan kemungkinan kenaikan harga, sementara yang lain menilai mungkin terjadi keterlambatan distribusi. Tanpa informasi yang jelas, masyarakat hanya bisa menunggu sambil berharap situasi segera kembali normal.
Bagi warga yang sangat bergantung pada kendaraan dalam menjalankan aktivitas harian, kondisi ini menambah beban.
โSetiap hari saya antar-jemput barang. Kalau antre begini terus, pekerjaan bisa terganggu,โ keluh seorang pengemudi ojek daring yang enggan disebutkan namanya.
Baca juga:
๐ Waspada Musim Hujan di Bali, Pengendara Diminta Berhati-hati Saat Melintasi Tol Bali Mandara
Kuta Selatan dikenal sebagai kawasan dengan mobilitas tinggi, baik bagi warga lokal maupun wisatawan.
Jimbaran, Ungasan, hingga Nusa Dua merupakan pusat aktivitas pariwisata, di mana ketersediaan BBM menjadi kebutuhan penting untuk kelancaran operasional, transportasi wisata, distribusi barang, hingga aktivitas ekonomi warga.
Jika kondisi kelangkaan ini terus berlanjut, bukan hanya masyarakat lokal yang akan terdampak, namun juga sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Karena itu, masyarakat berharap pemerintah dan Pertamina segera memberikan penjelasan resmi sekaligus menjamin stabilitas pasokan BBM.
Baca juga:
๐ Hunian Hotel di Bali Meningkat, Pembangunan Pesat di Selatan Perlu Diimbangi Ruang Terbuka Hijau
Dengan harapan besar, warga Kuta Selatan menunggu agar distribusi BBM kembali normal sehingga aktivitas sehari-hari dapat berjalan tanpa hambatan.
Momen ini juga menjadi pengingat pentingnya stabilitas energi di wilayah dengan mobilitas tinggi seperti Bali.