Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Bali pada 14 Desember 2025 menyebabkan banjir di sejumlah wilayah.
Beberapa kawasan permukiman serta ruas jalan utama terendam genangan air yang menghambat aktivitas warga.
Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah kawasan Legian, khususnya di sepanjang Jalan Dewi Sri, yang menjadi titik krusial dalam peristiwa banjir tersebut.
Genangan air yang muncul sejak dini hari membuat warga di sekitar Jalan Dewi Sri kesulitan beraktivitas.
Air yang merendam jalan dan permukiman mengakibatkan arus lalu lintas tersendat, bahkan terhenti di beberapa titik.
Sejumlah rumah warga terendam hingga setinggi lutut orang dewasa, memaksa sebagian warga bertahan di dalam rumah, sementara lainnya membutuhkan bantuan evakuasi.
Kondisi semakin menantang karena banjir terjadi secara cepat akibat curah hujan tinggi yang turun secara terus-menerus.
Situasi cuaca ekstrem yang sulit diprediksi ini menjadikan kesiapsiagaan aparat serta peran aktif pemerintah setempat sebagai faktor yang sangat krusial.
Baca juga:
🔗 BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Bali, Waspada Periode 11–18 Desember 2025
Di tengah kondisi darurat tersebut, Bhabinkamtibmas Kelurahan Legian, Aiptu Merta, menunjukkan peran aktif dengan turun langsung ke lokasi sejak pagi hari.
Ia tidak hanya melakukan pemantauan situasi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses evakuasi warga terdampak banjir.
Sebagai anggota Polri, Aiptu Merta menjalankan tugasnya sesuai dengan prinsip melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat.
Ia menyisir area terdampak di sekitar Jalan Dewi Sri, membantu warga yang terjebak genangan air menuju lokasi yang lebih aman, serta memastikan tidak ada warga yang tertinggal di rumah-rumah yang terendam.
Baca juga:
🔗 Banjir Kembali Terjang Denpasar, Sejumlah Jalan dan Permukiman Terendam
Penanganan banjir berjalan lebih efektif berkat sinergi antara aparat kepolisian dan pemerintah kelurahan. Aiptu Merta berkolaborasi dengan Lurah Legian, Ibu Putu Eka Martini, S.IP, dalam mengoordinasikan proses evakuasi warga terdampak.
Salah satu momen paling mengharukan terjadi saat evakuasi seorang ibu yang menggendong bayinya.
Dengan menggunakan perahu karet, tim gabungan memastikan ibu dan bayi tersebut dapat dievakuasi dengan aman ke lokasi yang lebih tinggi.
Momen ini menjadi simbol nyata kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya saat keselamatan warga berada dalam ancaman.
Peristiwa banjir di Legian ini kembali menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi bencana alam.
Sinergi antara aparat keamanan dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam merespons cepat kondisi darurat, sekaligus membangun rasa aman dan kepercayaan masyarakat di tengah tantangan cuaca ekstrem yang kian sering terjadi.