Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di perairan Bali dan Lombok.
Peringatan tersebut berlaku mulai 27 hingga 30 Desember 2025 dan ditujukan kepada masyarakat pesisir, nelayan, serta wisatawan yang beraktivitas di wilayah perairan.
BMKG mengingatkan bahwa kondisi gelombang tinggi berisiko membahayakan keselamatan, terutama bagi wisatawan yang berenang, bermain air, maupun melakukan aktivitas wisata bahari.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terbaru dan mematuhi arahan dari petugas di lapangan.
Baca juga:
🔗 Muntik Siokan Sanur: Potensi Wisata Keluarga yang Sayang Tak Terawat
Meski peringatan telah dikeluarkan, Pantai Melasti, Kabupaten Badung, tetap dipadati pengunjung pada sore hari kemarin.
Deburan ombak besar justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang rindu suasana pantai, terlebih di tengah momentum libur akhir tahun.
Sejumlah pengunjung terlihat memilih bermain di tepi pantai sambil menikmati panorama tebing dan laut lepas yang menjadi ciri khas Pantai Melasti.
Aktivitas wisata tetap berlangsung, meski sebagian besar wisatawan tampak lebih waspada dan tidak berenang terlalu jauh ke tengah laut.
Salah seorang wisatawan domestik, Putu, datang bersama keluarga dan suaminya dari Kabupaten Buleleng.
Mereka rela menempuh perjalanan jauh demi menikmati keindahan Pantai Melasti. Putu mengaku sudah mengetahui adanya peringatan gelombang tinggi, sehingga memilih bermain air dengan penuh kehati-hatian.
“Kami hanya bermain di pinggir saja. Kalau ombak besar datang, langsung lari menjauh sambil foto-foto,” ujarnya. Bagi mereka, momen kebersamaan keluarga di pantai tetap menjadi pengalaman berharga, meskipun harus ekstra waspada terhadap kondisi alam.
Selain wisatawan lokal, tampak pula beberapa wisatawan mancanegara yang ikut bermain di pantai. Sebagian di antaranya terlihat cukup mahir berenang dan memahami karakter ombak, namun tetap berada dalam area yang dinilai aman.
Di tengah ramainya aktivitas wisata, petugas pengamanan pantai tampak berjaga secara intensif.
Mereka memasang tanda peringatan, memberikan informasi langsung kepada pengunjung, serta mengingatkan wisatawan agar tidak melewati batas aman yang telah ditentukan.
Baca juga:
🔗 Bali Siaga Akhir Tahun 2025, Banjir Jadi Perhatian Serius Para Pemangku Kepentingan
Pengelola pantai bersama pihak terkait menegaskan bahwa keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama, terutama saat kondisi cuaca kurang bersahabat.
Wisatawan diminta untuk tidak memaksakan diri berenang dan selalu mematuhi arahan petugas di lapangan.
Kondisi cuaca dan gelombang laut saat ini merupakan bagian dari siklus alam yang perlu dipahami bersama.
Dengan kewaspadaan, kepatuhan terhadap imbauan, serta kesadaran akan keselamatan, aktivitas wisata pantai di Bali diharapkan tetap dapat dinikmati tanpa mengabaikan faktor risiko.