Memasuki periode siaga akhir tahun 2025, Provinsi Bali kembali dihadapkan pada berbagai tantangan, salah satunya potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir.
Tingginya intensitas hujan yang terjadi secara terus-menerus menjadikan isu kebencanaan sebagai perhatian utama para pemangku kepentingan, khususnya dalam menjaga keselamatan masyarakat serta keberlangsungan aktivitas pariwisata.
Salah satu peristiwa banjir terjadi pada Minggu, 14 Desember 2025, di wilayah teritorial Koramil 1611-03/Kuta yang dipimpin oleh Danramil Mayor Inf Hendra Gunawan.
Banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Denpasar dan sekitarnya selama beberapa hari berturut-turut.
Wilayah terdampak berada di Jalan Dewi Saraswati III, Kelurahan Padang Sambian Kelod, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar. Lokasi ini berbatasan langsung dengan Kelurahan Seminyak, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung.
Genangan air menyebabkan aktivitas harian warga terganggu, termasuk tamu hotel yang berada di kawasan tersebut.
Ketinggian air mencapai sekitar 80 sentimeter, merendam sejumlah rumah warga dan fasilitas umum, serta menghambat mobilitas masyarakat.
Menanggapi kondisi tersebut, Danramil 1611-03/Kuta Mayor Inf Hendra Gunawan bersama jajaran Babinsa bergerak cepat melakukan evakuasi terhadap warga dan tamu hotel yang terdampak.
Proses evakuasi didukung oleh tiga unit perahu karet milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali guna memastikan seluruh korban dapat dipindahkan ke lokasi yang aman.
Puluhan personel gabungan dikerahkan dalam operasi ini, yang terdiri dari unsur Kodim 1611/Badung, Yonif 741/Garuda Nusantara, BPBD Provinsi Bali, Bhabinkamtibmas Seminyak, Linmas, serta masyarakat setempat.
Sinergi antarinstansi berjalan dengan baik sehingga proses evakuasi berlangsung aman dan tertib.
Baca juga:
🔗 Banjir Kembali Terjang Denpasar, Sejumlah Jalan dan Permukiman Terendam
Dalam keterangannya, Mayor Inf Hendra Gunawan menyampaikan bahwa lokasi pengungsian sementara telah disiapkan bagi warga dan tamu hotel yang terdampak.
“Untuk tempat evakuasi sementara, warga kami tempatkan di kantor kelurahan. Sementara itu, tamu dari Hotel Ramada Encore dan Swiss-Belhotel di kawasan Kompleks Kusuma diarahkan ke area yang telah disiapkan. Seluruh proses dilakukan dengan cepat agar warga dan tamu mendapatkan tempat berlindung yang layak sambil menunggu air surut,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa proses evakuasi telah selesai dilaksanakan, meskipun genangan air masih terjadi di beberapa titik.
“Saat ini ketinggian air masih sekitar 80 sentimeter. Kami bersama unsur terkait terus melakukan penyedotan air serta pemantauan intensif agar situasi segera normal dan warga dapat kembali ke rumah masing-masing,” tambahnya.
Untuk mempercepat penanganan, petugas menggunakan mesin penyedot air guna mengalirkan genangan ke saluran drainase di sekitar lokasi. Seluruh rangkaian evakuasi dan penanganan banjir berlangsung aman dan terkendali.
Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Kejadian tersebut menjadi pengingat penting akan perlunya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, khususnya di wilayah padat penduduk dan kawasan penyangga pariwisata Bali.
“Saat ini situasi sudah mulai kondusif dan terkendali. Kecepatan respons seluruh stakeholder sangat berperan dalam penanganan banjir di wilayah Kuta,” pungkas Danramil Kuta Mayor Inf Hendra Gunawan.
Baca juga:
🔗 Bali Tak Lagi Jadi Pulau Terindah di Asia 2025: Saatnya Kembali pada Keseimbangan Alam dan Budaya