Dugaan Bunuh Diri di Jembatan Tukad Bangkung, Korban Ditemukan Meninggal Dunia

Proses koordinasi dan evakuasi oleh Call Center Mako Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Bali di lokasi kejadian.
Informasi awal diterima Call Center Mako Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Bali, lalu dikoordinasikan dengan pihak terkait untuk pengecekan dan evakuasi di lokasi kejadian. (Foto: Dokumentasi)

Petang, Badung – Jembatan Tukad Bangkung, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, kembali menjadi sorotan publik setelah terjadi peristiwa tragis yang diduga sebagai aksi bunuh diri.

Seorang pemuda dilaporkan menceburkan diri dari atas jembatan tertinggi di Bali tersebut dan kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Peristiwa ini pertama kali terungkap pada Jumat, 2 Januari 2026, sekitar pukul 06.32 WITA.

Informasi awal diterima Call Center Mako Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Bali dari laporan masyarakat yang mencurigai keberadaan sebuah sepeda motor yang terparkir tanpa pemilik di atas Jembatan Tukad Bangkung, tepatnya di wilayah perbatasan Banjar Pelaga dan Belok/Sidan.

Keberadaan kendaraan tanpa pemilik di lokasi yang dikenal rawan tersebut menimbulkan kekhawatiran warga, sehingga laporan segera diteruskan kepada aparat kepolisian.

Baca juga:
🔗 Tragedi di Jembatan Tukad Bangkung: Saat Generasi Muda Tertekan, Kesehatan Mental Jadi Sorotan

Kronologi Awal Kejadian

Sepeda motor yang ditemukan diketahui berjenis Yamaha Lexy warna biru dengan nomor polisi DK 2115 AEX.

Menindaklanjuti laporan itu, petugas langsung melakukan koordinasi dengan Kanit Reskrim Polsek Petang guna memastikan situasi di lapangan.

Setelah dilakukan pengecekan awal dan diduga kuat adanya orang yang melompat dari jembatan, Personel SAR Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Bali yang sedang dalam status on call segera diterjunkan ke lokasi kejadian.

Sebanyak 10 personel SAR dikerahkan dengan perlengkapan khusus, termasuk alat tali, pengaman tebing, serta perlengkapan evakuasi air, untuk melakukan penyisiran di area sekitar jembatan dan aliran sungai di bawahnya yang memiliki kontur terjal dan medan sulit.

Proses pencarian dilakukan secara hati-hati mengingat kondisi geografis Tukad Bangkung yang curam dan memiliki arus sungai yang berbahaya.

Identitas Korban

Dari hasil identifikasi awal, korban diketahui berjumlah satu orang dengan inisial MKA. Korban merupakan warga Kabupaten Buleleng, lahir pada tahun 2004, berstatus sebagai pelajar/mahasiswa, dan diketahui berdomisili di Denpasar Selatan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mendalami latar belakang serta motif yang melatarbelakangi dugaan aksi bunuh diri tersebut, termasuk mengumpulkan keterangan dari pihak keluarga dan saksi-saksi terkait.

Baca juga:
🔗 Peristiwa Ulah Pati di Jembatan Tukad Bangkung Kembali Menggemparkan Warga

Proses Evakuasi oleh Tim SAR

Setelah beberapa jam pencarian, korban akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia (MD).

Proses evakuasi dilaksanakan pada pukul 10.15 WITA oleh Personel SAR Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Bali, dipimpin langsung oleh IPDA I Dewa Gede Hendry P.A., S.H., M.H.

Sebelum evakuasi dilakukan, petugas terlebih dahulu mengamankan lokasi, melakukan koordinasi lintas instansi, serta memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan mengutamakan keselamatan personel di lapangan.

Jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans PMI Badung dan dibawa ke RSUD Mangusada Kapal untuk dilakukan pemeriksaan medis dan autopsi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Respons Cepat dan Aspek Kemanusiaan

Peristiwa ini sekaligus menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam pelaporan cepat melalui Call Center Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Bali, yang terbukti mampu mempercepat respons aparat dalam situasi darurat.

Respons cepat yang ditunjukkan oleh personel SAR dan aparat kepolisian merupakan wujud nyata kesiapsiagaan, profesionalisme, serta komitmen pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.

Satbrimob Polda Bali menegaskan akan terus hadir di tengah masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan, memberikan perlindungan, serta pertolongan dalam setiap kondisi darurat demi keselamatan masyarakat, Nusa, dan Bangsa.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian sosial dan perhatian terhadap kesehatan mental, terutama di kalangan generasi muda, agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *