Hujan yang mengguyur Bali dalam beberapa hari terakhir hingga Selasa, 24 Februari 2026, belum juga menunjukkan tanda-tanda mereda.
Intensitas hujan yang turun sejak pagi hingga malam hari, diselingi jeda singkat sebelum kembali deras, menyebabkan sejumlah wilayah terdampak banjir.
Salah satu lokasi yang ramai diperbincangkan di media sosial adalah kawasan Sanur, tepatnya di Jalan Bumi Ayu, Denpasar.
Sebuah unggahan di salah satu platform sosial media memperlihatkan genangan air yang cukup tinggi menutup badan jalan.
Kendaraan roda dua maupun roda empat tampak melintas perlahan, sementara beberapa warga memilih menunggu air surut sebelum beraktivitas.
Baca juga:
🔗 Banjir Kembali Terjang Denpasar, Sejumlah Jalan dan Permukiman Terendam
Beragam komentar muncul menanggapi kondisi tersebut. Warga lokal Bali hingga warga negara asing (WNA) yang tinggal maupun tengah berlibur di kawasan Sanur ikut menyuarakan pendapat mereka.
Ada yang menyebut banjir di kawasan itu bukan lagi hal baru. Salah satu komentar bahkan menyatakan bahwa setiap kali hujan deras turun, genangan air hampir selalu terjadi dan hingga kini belum ada solusi yang benar-benar efektif.
Komentar lain bernada serupa, menyebut situasi ini “not surprise at all,” menandakan bahwa kondisi tersebut sudah dianggap sebagai persoalan yang berulang.
Sanur sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Bali tentu menjadi perhatian, mengingat kawasan ini tidak hanya dihuni warga lokal, tetapi juga banyak ekspatriat serta wisatawan yang memilih tinggal dalam jangka waktu tertentu.
Hingga berita ini ditulis, hujan masih turun secara berkala. Meski sempat berhenti dalam waktu singkat, langit kembali mendung dan hujan turun dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir, pohon tumbang, serta genangan yang dapat mengganggu aktivitas dan membahayakan pengguna jalan.
Pengendara diharapkan lebih berhati-hati saat melintas di kawasan yang rawan tergenang air, sementara warga yang tinggal di daerah rendah diminta untuk memantau kondisi sekitar secara berkala.
Cuaca yang belum stabil ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama sangat diperlukan, terutama di tengah curah hujan yang masih tinggi dalam beberapa hari terakhir.