Penggunaan sepeda motor oleh warga negara asing (WNA) di Bali kini menjadi pemandangan yang sangat umum.
Dari kawasan wisata hingga jalan-jalan penghubung desa, mereka terlihat bebas melaju menikmati suasana pulau.
Namun di balik kesan santai dan bahagia tersebut, tersimpan risiko besar yang kerap berujung pada kecelakaan lalu lintas.
Kurangnya pemahaman terhadap kondisi jalan, budaya berkendara lokal, serta aturan lalu lintas menjadi faktor utama yang sering memicu insiden di jalan raya.
Salah satu kejadian yang menyita perhatian publik terjadi di Jalan Pura Batu Pageh, Ungasan, Bali. Kecelakaan ini melibatkan dua WNA yang sama-sama mengendarai sepeda motor dan berakhir dengan luka serius pada kedua korban.
Baca juga:
🔗 Maraknya WNA Berkendara di Bali dan Pentingnya Kesadaran Keselamatan Jalan Raya
Menurut keterangan saksi mata bernama Hendra, kecelakaan tersebut terjadi sangat cepat, hanya dalam hitungan detik di depan matanya.
Seorang pria WNA yang mengendarai sepeda motor berwarna hitam menabrak seorang wanita WNA yang mengendarai motor berwarna pink. Benturan keras membuat keduanya terjatuh di badan jalan.
Akibat kejadian tersebut, kedua korban mengalami luka di bagian wajah. Kondisi sang wanita cukup mengkhawatirkan karena mengalami luka sobek yang terlihat serius.
Warga sekitar yang menyaksikan kejadian itu segera menghampiri lokasi untuk memberikan bantuan awal sambil memastikan kondisi lalu lintas tetap aman.
Melihat kondisi korban, Hendra bersama warga lainnya membantu memindahkan sang wanita ke depan sebuah warung agar tidak menghalangi jalan.
Pertolongan pertama diberikan secara sederhana, menggunakan air dan tisu untuk membersihkan darah dari luka.
Hendra menyarankan agar korban segera dibawa ke rumah sakit mengingat kondisi lukanya cukup parah.
Namun, sang wanita memilih menunggu temannya datang. Dalam kondisi terluka, ia sempat menanyakan lokasi rumah sakit.
Ia membuka aplikasi peta di ponselnya, namun pengaturan bahasa yang digunakan adalah bahasa Rusia.
Hendra mengaku tidak memahami bahasa tersebut dan memintanya mengganti ke bahasa Inggris. Setelah itu, Hendra menunjukkan lokasi Rumah Sakit Bali Jimbaran sebagai tujuan terdekat.
Beberapa waktu kemudian, teman korban datang menggunakan mobil dan langsung membawa sang wanita menuju Rumah Sakit Bali Jimbaran untuk mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu, korban pria juga dibantu oleh rekan-rekannya dan warga sekitar, lalu diantar ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Baca juga:
🔗 Warung Dusun, Cita Rasa Chinese Food Favorit di Selatan Bali
Kejadian di Ungasan ini menambah daftar panjang kecelakaan lalu lintas yang melibatkan WNA pengguna sepeda motor di Bali.
Banyak di antara mereka yang belum sepenuhnya memahami karakter jalanan Bali, mulai dari jalan sempit, tikungan tajam, kondisi aspal yang tidak merata, hingga pola berkendara masyarakat lokal yang berbeda dengan negara asal mereka.
Selain itu, penggunaan sepeda motor di Bali sering dianggap sebagai bagian dari gaya hidup liburan, bukan sebagai moda transportasi yang membutuhkan kewaspadaan tinggi.
Tanpa pemahaman yang cukup dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, risiko kecelakaan akan terus menghantui, bukan hanya bagi WNA itu sendiri, tetapi juga bagi pengguna jalan lainnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama.
Bali bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga ruang hidup bagi masyarakat lokal. Setiap pengendara, siapa pun dan dari mana pun asalnya, perlu memahami bahwa kebebasan berkendara harus selalu berjalan beriringan dengan kesadaran, kepatuhan, dan rasa tanggung jawab.