Jimbaran, Kuta Selatan — Di tengah denyut pariwisata Bali yang terus bergeliat, tumbuh seorang pemuda yang memilih jalan berbeda: mengabdi sebagai Bhayangkara.
Komang Rico Krisna Artaguna (24), putra asli Nusa Dua yang lahir di Jimbaran, kini berdiri tegap sebagai anggota Brimob Polri, mengawal pimpinan di ujung timur Indonesia.
Perjalanannya dari lingkungan hotel dan resort hingga ke markas Pasukan Pelopor adalah kisah tentang tekad, pengabdian, dan semangat yang tak pernah menyerah.
Lahir pada 27 Desember 2000 di Jimbaran, Komang tumbuh besar di lingkungan yang lekat dengan dunia pariwisata.
Keluarganya berkecimpung di sektor pariwisata dan jasa sang ayah bekerja sebagai pemandu wisata sekaligus pengemudi GrabCar.
Keinginannya untuk mendaftar sebagai anggota Polri sempat menimbulkan keraguan di keluarga.
“Keluarga awalnya ragu, karena anak pariwisata kok mau daftar polisi,” kenangnya.
Namun justru dari keraguan itulah semangatnya tumbuh saat pandemi COVID-19 melumpuhkan sektor pariwisata, Komang melihat peluang baru dunia hijau Brimob menjadi tujuannya.
Perjalanan itu tidak mudah. Ia sempat gagal dalam seleksi pada tahun 2019 dan 2020 namun ketekunannya tak goyah.
Hingga akhirnya, pada tahun 2021, ia berhasil lolos sebuah pencapaian yang menjadi bukti dari keteguhan hati dan semangat pantang menyerah.
Setelah lolos seleksi, Komang mengikuti pendidikan dasar Bintara Brimob di Pusat Pendidikan Brimob Watukosek, Jawa Timur.
Pusdik yang dikenal dengan tempaan keras ini mengajarkan disiplin, ketahanan fisik, navigasi medan berat, hingga taktik operasi khusus semua keterampilan yang menjadi ciri khas Pasukan Brimob.
Di sinilah anak pariwisata itu ditempa menjadi sosok yang siap menghadapi berbagai medan tugas, jauh dari kenyamanan Bali yang akrab dengannya.
“Saya ditugaskan di Mako Korps Brimob Kelapa Dua, Depok, dan awalnya diarahkan ke Resimen 3 Pasukan Pelopor di Cikeas. Kini, nama saya telah dipindahkan ke Mako Pasukan Pelopor Korps Brimob Polri,” ujarnya.
Di sanalah titik balik dalam kariernya dimulai. Komang terpilih melalui seleksi ketat sebagai ajudan Danpas Pelopor, Brigjen Pol Waris Agono.
“Saya terpilih menjadi ajudan Bapak Waris saat beliau menjabat sebagai Danpas Pelopor. Sekarang, beliau menjabat sebagai Kapolda Maluku Utara,” kenangnya.
Baca juga:
🔗 Pisah Sambut Pejabat Polda Maluku Utara: Apresiasi dan Harapan Baru dalam Semangat Pengabdian
Loyalitas dan kedisiplinan yang ditunjukkannya membuat Komang terus dipercaya saat Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si. dilantik sebagai Kapolda Maluku Utara.
Komang pun turut diboyong untuk mendampingi dan mengawal tugas sang pimpinan di wilayah timur Indonesia.
Sebagai ajudan Kapolda, tugasnya mencakup pengaturan jadwal, logistik perjalanan, keamanan pribadi, hingga menjadi penghubung langsung antara Kapolda dan para pihak. Peran yang menuntut kepekaan tinggi, integritas, dan kesiapsiagaan setiap saat.
Mengabdi jauh dari kampung halaman bukan tanpa tantangan. Kerinduan akan keluarga dan suasana Bali menjadi salah satu cobaan tersendiri.
“Dukanya pasti rindu dengan keluarga di Bali,” ungkapnya.
Namun, ia memilih melihat sisi terang “Sukanya, saya belajar mandiri sejak dini. Supaya nanti saat berumah tangga sudah siap secara mental.”
Waktu pulang ke Bali sangat terbatas, hanya saat Hari Raya atau bila Kapolda memberikan izin cuti.
Namun, setiap kesempatan pulang, Bali tetap menjadi tempat ia melepas rindu dan menenangkan diri.
Menjadi ajudan seorang Kapolda memperkaya pemahamannya terhadap tugas-tugas kepolisian secara menyeluruh.
“Saya dari Brimob sangat banyak belajar selama jadi ajudan Kapolda,” tuturnya.
Selain menambah wawasan organisasi, ia juga memperluas jejaring profesional. Salah satu pengalaman terkesannya adalah ketika diberi kesempatan bertugas ke Papua wilayah operasi yang menuntut kesiapan fisik dan mental tingkat tinggi.
“Saya bersyukur karena Pak Waris memberi kepercayaan untuk ikut bertugas ke Papua,” katanya.
Baca juga:
🔗 Warisan Pengabdian Irjen Waris Agono di Hari Bhayangkara
Meski baru dua tahun lebih mengabdi, Komang memiliki pandangan matang tentang masa depannya.
Disiplin dan kinerja baik menjadi prinsip utama. Ia juga menyadari pentingnya pendidikan tinggi untuk menunjang karier.
“Nanti akan ada waktunya untuk kuliah, supaya bisa bantu jenjang karier juga,” ujarnya.
Soal kemungkinan pindah tugas ke Bali, Komang bersikap bijak:
“Kalau ada kesempatan, saya siap kembali ke Bali. Kalau tidak, saya siap mengabdi di mana pun, termasuk di Mabes Polri.”
Soal rencana berumah tangga?
“Belum, Pak,” jawabnya singkat namun mantap menandakan fokusnya masih pada pengembangan diri.
“Saya pegang prinsip disiplin dan kinerja baik. Dari Papua sampai Maluku Utara, pengabdian saya tidak ditentukan oleh lokasi, tapi oleh tekad.” Komang Rico Krisna Artaguna
Baca juga:
🔗 Dari Brimob ke Dunia Akademik: Brigjen (P) Adeni Muhan
Komang membuktikan bahwa latar belakang bukanlah penentu jalan hidup. Dari perkampungan pariwisata di Jimbaran, ia membangun jalannya sendiri di medan tugas Bhayangkara.
Jejaknya dari Watukosek, Cikeas, hingga Maluku Utara menjadi cermin ketekunan, kesetiaan, dan semangat muda yang membara.
Di balik wajah tenangnya, tersimpan dedikasi yang siap menjawab panggilan tugas di mana pun Ibu Pertiwi memanggil.